Cidera Paha, Peper Teracam Absen Selama Satu Bulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Portugal, Pepe melakukan selebrasi bersama anaknya usai menang melawan Polandia dalam babak perempat final Piala Eropa di Stadion Velodrome, Perancis, 1 Juli 2016. Ia melakukan selebrasi bersama anaknya untuk merayakan lolosnya timnas Portugal ke babak semifinal Piala Eropa. REUTERS/Christian Hartmann

    Pemain timnas Portugal, Pepe melakukan selebrasi bersama anaknya usai menang melawan Polandia dalam babak perempat final Piala Eropa di Stadion Velodrome, Perancis, 1 Juli 2016. Ia melakukan selebrasi bersama anaknya untuk merayakan lolosnya timnas Portugal ke babak semifinal Piala Eropa. REUTERS/Christian Hartmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Bek Real Madrid Pepe kemungkinan harus absen selama satu bulan setelah menderita cedera paha.

    Pemain internasional Portugal itu digantikan pada babak pertama saat Real menang 4-1 di markas Alaves pada Sabtu.

    "Setelah tes-tes yang dilakukan hari ini pada Pepe, ia didiagnosa menderita cedera otot tingkat 2 pada bisep-bisep femoral pada kaki kirinya. Pemulihannya akan terus dimonitor," kata Real dalam pernyataannya pada Senin.

    Bek tengah 33 tahun itu, yang menjadi pemain inti pada delapan pertandingan di semua kompetisi untuk Real musim ini, kelihatannya tidak akan kembali bermain sebelum Desember, di mana ia akan absen pada enam pertandingan, termasuk pertandingan "derby" di markas Atletico Madrid pada 19 November.

    Ia juga akan absen pada pertandingan Portugal di kualifikasi Piala Dunia, saat mereka menjamu Latvia.

    Pemuncak klasemen Liga Spanyol Real akan bermain di kandang Legia Warsawa di Liga Champions pada Rabu. Mereka akan mengunjungi markas seteru abadi Barcelona pada Clasico pertama musim ini pada 4 Desember. Demikian laporan Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.