Adakah Indikasi Politik Uang di Kongres PSSI? Ini Temuan SOS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salah satu ruangan Kantor PSSI yang telah selesai direnovasi di areal Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, 2 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suasana salah satu ruangan Kantor PSSI yang telah selesai direnovasi di areal Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, 2 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Untuk menghindari politik uang, menurut Akmal, banyak cara yang bisa dilakukan. Pertama, #SOS berharap ada pemaparan visi dan misi calon Ketua Umum di Kongres sehingga voters tak memilih kucing dalam karung. Sayangnya, harapan ini nyaris tipis karena pemaparan visi dan misi caketum tak diagendakan. Berdasarkan jadwal Kongres yang dikirim PSSI ada 19 agenda.

    “Agendanya terlalu padat. Bahkan, ada agenda yang sebenarnya tidak perlu seperti pengesahan program jangka pendek dan jangka panjang. Harusnya, focus saja langsung ke proses pemilihan dengan menambah agenda pemaparan visi dan misi,” Akmal menegaskan.

    Kedua, voting terbuka. Ini salah satu cara paling efektif untuk menghindari politik uang. Sayangnya, dalam statute PSSI pasal 27 ayat 2 disebutkan bahwa pemilihan dilakukan tertutup dan untuk mengubahnya harus melalui Kongres.

    “Tapi, celah ini bisa disiasati. Apalagi, dalam poin 19 agenda Kongres acara tertulis hal-hal lain yang diusulkan Kongres. SOS berharap voter berani mengusulkan voting terbuka.Ini penting buat perbaikan sepak bola Indonesia. Pemaparan visi misi yes, money politics No!” kata Akmal.

    SOS | NS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto