MU Vs Arsenal, Rivalitas Abadi Mourinho-Wenger

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wasit Jonathan Moss memisahkan Pelatih Chelsea Jose Mourinho dan pelatih Arsenal Arsene Wenger yang terlibat adu mulut dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, Ahad 5 Oktober 2014, di London, Inggris. Shaun Botterill/Getty Images

    Wasit Jonathan Moss memisahkan Pelatih Chelsea Jose Mourinho dan pelatih Arsenal Arsene Wenger yang terlibat adu mulut dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, Ahad 5 Oktober 2014, di London, Inggris. Shaun Botterill/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta – Siapa pun tahu laga Manchester United melawan Arsenal adalah pertandingan sepak bola. Namun, karena ada Jose Mourinho dan Arsene Wenger di sana, pertandingan ini lebih mirip dengan pertarungan dua petinju.

    Ketimbang membicarakan kemungkinan jalannya pertandingan, tak hanya di Inggris, media di seluruh jagat juga lebih suka mengulas soal perseteruan di antara keduanya.

    Keduanya memang seperti Tom dan Jerry, kucing dan tikus yang tak pernah akur. Rivalitas keduanya pun terjaga. Tak hanya di atas rumput, tapi juga di pinggir lapangan. Tak hanya ogah salaman, keduanya juga adu mulut. Bahkan setelah itu, saat konferensi pers, saling serang terdengar di sana.

    Perang kata-kata itu sebenarnya dimulai oleh Wenger, yang pada 2005 menyerang Chelsea—kala itu hanya punya satu pemain Inggris, John Terry. “Tak ada yang istimewa dari Chelsea. Mereka hanya bisa menghasilkan satu pemain Inggris,” katanya.

    Setelah itu, saling ledek seperti berbalas pantun. Hingga akhirnya, satu kalimat yang paling menyebalkan buat Wenger keluar dari mulut Mourinho. Dia menyebut Wenger sebagai pelatih “spesialis gagal”. Ibarat pukulan hook, terjangan Mou ini tepat di rahang Wenger. Telak, memang.

    Sejak 2004, Arsenal belum pernah menjadi juara Liga Primer. Bukan itu saja. Berhadapan dengan Mou, Wenger lebih banyak kalah. Dari 15 laga yang dijalaninya, Arsenal hanya sekali menang. Itu pun dalam laga Community Shield pada 2015—yakni laga pembuka kompetisi—yang gengsinya kurang legit.

    Kini, entah karena situasinya sudah berbeda, Mou bukan lagi manajer Chelsea. Menyambut pertarungan di Old Trafford, Sabtu malam, 19 November 2016, Wenger mengendurkan peperangan. Semua yang terjadi di masa lalu, menurut dia, adalah sebuah kesalahan.

    “Dia membuat kesalahan, saya juga. Kami semua membuat kesalahan. Yang paling penting dari semuanya adalah bagaimana akhir pertandingan Sabtu besok,” kata Wenger.

    BBC | DAILYMAIL | MIRROR | IRFAN

    Baca:
    5 Langkah Conte Mentransformasi Chelsea Jadi Calon Juara
    Urusan Alkohol dan Makanan, Ini Beda Rooney dan Ronaldo
    Rooney Ketahuan Mabuk, Timnas Inggris Bikin Aturan Baru



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.