Ketajaman Thailand Jadi Ancaman bagi Timnas, Lihat Videonya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pesepak bola Indonesia Stefano Lilipaly usai gagal memasukkan bola ke gawang Timnas Thailand pada putaran final Grup A AFF Suzuki 2016 di Philippinne Sport Stadium, Filipina, 19 November 2016. Timnas Indonesia kalah 2-4 atas Thailand. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ekspresi pesepak bola Indonesia Stefano Lilipaly usai gagal memasukkan bola ke gawang Timnas Thailand pada putaran final Grup A AFF Suzuki 2016 di Philippinne Sport Stadium, Filipina, 19 November 2016. Timnas Indonesia kalah 2-4 atas Thailand. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Indonesia akan melawan Thailand dalam laga final Piala AFF pada 14 dan 17 Desember. Lada pertama akan digelar di Tanah Air dan laga kedua di kandang Thailand.

    Timnas dan Thailand pernah bertemu dalam babak penyisihan grup. Saat itu, Indonesia keok 4-2. Thailand terus menang sejak laga itu dan tak pernah lagi kebobolan. Mereka menjadi tim paling tajam dengan koleksi 12 gol.

    Adapun Indonesia sempat ditahan Filipina 2-2, mengalahkan Singapura, dan akhirnya menyingkirkan Vietnam dengan skor agregat 4-3. Secara total rekor gol dan kemasukan Indonesia adalah 10-10.

    Dengan latar belakang seperti ini tak heran bila pelatih Indonesia Alfred Riedl menyebut Thailand masih menjadi tim nomor satu di Asia Tenggara. Setelah itu ada Vietnam sebagai nomor dua. "Indonesia tim terbaik ketiga. Tapi terkadang nomor tiga bisa menjadi nomor kedua," kata pelatih asal Austria ini.

    Kini, ia dan pasukannya akan berjuang kembali membuat kejutan. "Kami punya semangat juang yang tinggi, itu yang membuat kami layak lolos ke final," kata Riedl.

    Tentu saja, perjuangan keras harus dilakukan Boaz Solossa dan kawan-kawan pada final nanti. Thailand terbilang memiliki pemain merata di semua lini. Ketajaman mereka membuat mereka mampu mengalahkan Myanmar dengan agregat gol 6-0.


    Lihat kemenangan Thailand atas Mynamar pada laga kedua semifinal:


    AFFSUZUKICUP | NURDIN

    Baca:
    Final AFF, Kata Evan dan Lilipaly Soal Kelemahan Thailand
    AFF Cup 2016, Analis: Tanpa Trio BAS, Timnas Kehilangan Roh
    Dituduh Gelapkan Pajak, Ini Reaksi Ronaldo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.