Debuchy Kecewa Karena Kepindahannya ke MU Dihalangi Wenger

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Martin Skrtel dari Liverpool merayakan keberhasilannya mencetak angka di Barclays Premier League, Anfield, Liverpool, Inggris. Arsenal memimpin saat awal, lewat  Mathieu Debuchy dan Olivier Giroud. 21 Desember 2014. John Powell/Liverpool FC via Getty Images.

    Martin Skrtel dari Liverpool merayakan keberhasilannya mencetak angka di Barclays Premier League, Anfield, Liverpool, Inggris. Arsenal memimpin saat awal, lewat Mathieu Debuchy dan Olivier Giroud. 21 Desember 2014. John Powell/Liverpool FC via Getty Images.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mathieu Debuchy berkata kepada L'Equipe bahwa dia berharap hengkang dari Arsenal bulan depan. Dia juga mengaku kesal terhadap manajar Arsene Wenger yang menutup peluangnya pindah ke Manchester United musim lalu.

    Debuchy (31) hanya bermain 16 menit selama musim ini setelah tidak bisa bersaing dengan pilihan utama Wenger di bek kanan, Hector Bellerin.

    Baca juga: Inilah Mobil Mewah Dodi Triyono Korban Pembunuhan di Pulomas  

    Pemain Timnas Prancis ini menempati posisi yang sama dengan Bellerin musim lalu, dan menghabiskan paruh kedua musim 2015-2016 sebagai pemain pinjaman di Bordeaux demi mempertahankan peluangnya mendapatkan satu jatuh dalam skuad Les Bleus pada Euro 2016 lalu.

    Cedera pada akhir musim itu telah mengakhiri harapannya. Dia mengaku sebenarnya sudah bisa pindah ke MU seandainya Wenger tidak menghalanginya ke Old Trafford 12 bulan silam.

    "Saya tidak banyak bermain saat itu, ada United, tak ada yang lain. Bagi saya, itu hampir terjadi, tetapi pelatih bilang tidak," kata Debuchy yang hanya bermain dua kali di Liga Inggris musim lalu. "Itu adalah hal yang tidak saya apresiasi. Dia tidak memainkan saya, oleh karena itu saya tidak melihat kepentingan dia melakukan itu (menghalangi pindah ke MU)."

    Debuchy juga mengaku kini tidak banyak berbicara dengan Wenger. "Kami kenal satu sama lain, kami cuma saling sapa halo, tidak lebih dari itu."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.