Sabtu, 24 Februari 2018

Video: Oscar Dikeroyok dan Memicu Perkelahian Massal di Liga Cina

Oleh :

Tempo.co

Senin, 19 Juni 2017 12:59 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video: Oscar Dikeroyok dan Memicu Perkelahian Massal di Liga Cina

    Oscar. armchelsea.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Oscar, pemain asal Brasil yang pernah memperkuat Chelsea, dikeroyok dan kemudian memicu tawuran massal dalam pertandingan Liga Super Cina antara Shanghai SIPG dan Guangzhou Evergrande, Ahad. Insiden menghebohkan itu terjadi sebelum babak pertama usai.

    Saat itu 0scar, yang dibeli Shanghai dari Chelsea seharga 60 juta euro, dua kali mengarahkan bola dengan kerasa pada pemain lawan. Para pemain Evergrande tak terima lalu mengerubutinya dan mendorongnya hingga jatuh.

    Baca: Deretan Pemain Bintang di Liga Cina: Oscar, Tevez..

    Keadaan menjadi kacau karena pemain lain dari kedua kubu, juga pemain cadangan dan ofisial, langsung menyerbu sehingga terjadi tawuran massal. Oscar sendiri tampak terus tergeletak di lapangan.

    Lihat videonya:


    Oscar tak mengalami luka dalam kejadian itu. Pemain Guangzhou, Li Tixiang dan pemain Shanghani, Fu Huan, mendapat kartu merah dan tiga pemain lain kena kartu kuning.

    Pertandingan sendiri berakhir 1-1. Oscar menyumbang assist buat Hulk, pemain Brasil lainnya, yang mencetak gol buat Shanghai.

    Kekerasan di Liga Cina bukan kali ini saja terjadi. Awal tahun ini, Qin Sheng dari Shanghai Shenhua dihukum larangan enam bulan karena menginjak-injak Axel Witsel (Tianjin Quanjian).

    Bulan lalu Zhang Jian, wakil presiden senior dan sekretaris umum sepak bola Cina (CFA), menyerukan "ketertiban" antara bintang asing dan pemain domestik setelah munculnya tuduhan rasisme dan sejumlah kekerasan di lapangan.

    WORLD SOCCER TALK | NS


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.