Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Piala AFF U-18: Preview Timnas Indonesia U-19 vs Thailand  

image-gnews
Egy Maulana Vikri saat berselebrasi bersama pemain Timnas Indonesia U-19 lain. (twitter/@pssi_fai)
Egy Maulana Vikri saat berselebrasi bersama pemain Timnas Indonesia U-19 lain. (twitter/@pssi_fai)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 akan melakoni laga semifinal Piala AFF U-18 melawan Thailand pada Jumat sore nanti. Thailand merupakan tim yang kerap menjadi batu sandungan baik di level junior maupun senior.

Menilik sepak terjang di Piala AFF U-18 kali ini, secara statistik Thailand tampak tak terlalu istimewa. Mereka hanya lolos dari fase penyisihan dengan gelar runner-up Grup A.

Thailand memang tak terkalahkan dari 5 laga di fase grup. Mereka berhasil meraih 4 kemenangan dan 1 kali imbang kala melawan Malaysia.

Meskipun demikian, torehan gol Thailand bisa dibilang cukup minim. Mereka hanya mencetak 9 gol dari 5 laga itu. Bandingkan dengan Indonesia yang mencetak 19 gol dari 4 laga.

Di sisi lain Thailand juga tampak kuat dalam bertahan. Gawang skuad Negeri Gajah Putih hanya kebobolan 2 gol saja dari 5 laga itu sementara Indonesia kebobolan 4 gol dari 4 laga.

Dari sisi individu, para pemain Thailand juga bisa cukup merata. Dari 9 gol yang mereka telah buat, hanya gelandang Yuthapichai Lertlum yang mampu menyumbangkan 3 gol. Enam gol lainnya dicetak oleh 6 pemain berbeda lainnya.

Hal ini menunjukan bahwa Thailand merupakan tim yang cukup memiliki keseimbangan antara lini serang dan lini bertahan. Permainan kolektivitas juga tampak lebih dikedepankan oleh Pelatih Marc Alavedra Palacios pada anak asuhnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Secara kualitas Individu Timnas Indonesia U-19 bisa dibilang lebih unggul ketimbang Thailand. Kemampuan menggocek bola Egy Maulana Vikri cs bisa menjadi modal untuk membongkar lini belakang Thailand. Namun kemampuan individu saja tak cukup. Kerjasama antar pemain di lini serang harus lebih ditingkatkan.

Laga ini adalah laga kedua dimana Timnas Indonesia U-19 harus menghadapi tim yang memiliki pertahanan yang kuat. Laga pertama adalah ketika Indonesia melawan Vietnam di fase grup lalu. Saat itu skuad asuhan Indra Sjafri terbukti tak bisa berbuat apa-apa dan harus menyerah dengan skor 3-0.

Thailand dan Vietnam bisa dianggap memiliki karakter yang serupa. Kedua tim sangat pintar dalam melancarkan serangan balik cepat serta mengeksekusi bola-bola mati.

Celakanya, di sisi itulah kelemahan Indonesia. Dari 4 gol yang terjadi, dua diantaranya lahir melalui serangan balik cepat dan dua lainnya dari skema bola mati. Timnas Indonesia U-19 harus memperbaiki koordinasi di lini belakang jika ingin melaju ke babak final Piala AFF U-18.  

FEBRIYAN

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kelompok Perlawanan Myanmar Klaim Tangkap Ratusan Aggota Junta Militer

1 hari lalu

Pemberontak Arakan Army di Myanmar. [ NARINJAYA]
Kelompok Perlawanan Myanmar Klaim Tangkap Ratusan Aggota Junta Militer

Tentara Arakan atau Arakan Army menyatakan telah menangkap ratusan anggota junta Myanmar.


5 Negara Ini Sedang Alami Cuaca Panas Ekstrem, Waspada Saat Mengunjunginya

5 hari lalu

Pengemudi taksi Iran memercikkan air ke tubuh mereka untuk mendinginkan diri selama gelombang panas di Teheran, Iran 2 Agustus 2023. Pemerintah Iran mengumumkan libur selama dua hari, usai panas ekstrem yang melanda negara di Timur Tengah itu selama beberapa waktu terakhir. Majid Asgaripour/WANA (Kantor Berita Asia Barat) via REUTERS
5 Negara Ini Sedang Alami Cuaca Panas Ekstrem, Waspada Saat Mengunjunginya

Sejumlah negara sedang mengalami cuaca panas ekstrem. Mana saja yang sebaiknya tak dikunjungi?


Cuaca Panas Ekstrem Melanda Asia, Myanmar Tembus 48,2 Derajat Celcius

7 hari lalu

Ilustrasi gelombang panas ekstrem.[Khaleej Times/REUTERS]
Cuaca Panas Ekstrem Melanda Asia, Myanmar Tembus 48,2 Derajat Celcius

Asia alamai dampak krisis perubahan iklim. Beberapa negara dilanda cuaca panas ekstrem. Ada yang mencapai 48,2 derajat celcius.


Giliran KKP Tangkap Kapal Asing Malaysia yang Menangkap Ikan di Selat Malaka

11 hari lalu

PSDKP KKP menangkap kapal asing berbendera Malaysia melakukan illegal fishing di perairan Selat Malaka, Kamis, 25 April 2024. Foto: PSDKP KKP
Giliran KKP Tangkap Kapal Asing Malaysia yang Menangkap Ikan di Selat Malaka

KKP meringkus satu kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia saat kedapatan menangkap ikan di Selat Malaka.


Perang Saudara Myanmar: Kelompok Perlawanan Tarik Pasukan dari Perbatasan Thailand

13 hari lalu

Tentara berdiri di samping kendaraan militer ketika orang-orang berkumpul untuk memprotes kudeta militer, di Yangon, Myanmar, 15 Februari 2021. REUTERS/Stringer/File Photo
Perang Saudara Myanmar: Kelompok Perlawanan Tarik Pasukan dari Perbatasan Thailand

Tentara Pembebasan Nasional Karen memutuskan menarik pasukannya dari perbatasan Thailand setelah serangan balasan dari junta Myanmar.


Jenderal Myanmar Menghilang Setelah Serangan Pesawat Tak Berawak

14 hari lalu

Seorang personel militer berjaga, ketika 200 personel militer Myanmar mundur ke jembatan ke Thailand pada hari Kamis setelah serangan selama berhari-hari oleh perlawanan anti-junta, yang menyatakan mereka telah memenangkan kendali atas kota perbatasan Myawaddy yang penting, yang terbaru dalam sebuah serangkaian kemenangan pemberontak, dekat perbatasan Thailand-Myanmar di Mae Sot, provinsi Tak, Thailand, 11 April 2024. REUTERS/Soe Zeya Tun
Jenderal Myanmar Menghilang Setelah Serangan Pesawat Tak Berawak

Wakil Ketua Junta Myanmar menghilang setelah serangan drone. Ia kemungkinan terluka.


Ribuan Warga Rohingya Berlindung ke Perbatasan Myanmar-Bangladesh

16 hari lalu

Pengungsi Rohingya menempati penampungan sementara di llanta pasar gedung Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, Senin, 18 Desember 2023. Polresta Banda Aceh menetapkan salah seorang imigran Rohingya Muhammad Amin (35) sebagai tersangka yang menyeludupkan 136 orang pengungsi Rohingya penghuni kamp penampungan Coxs Bazar Bangladesh ke Desa Lamreh, Kabupaten Aceh Besar yang saat ini menempati lantai dasar gedung BMA. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Ribuan Warga Rohingya Berlindung ke Perbatasan Myanmar-Bangladesh

Ribuan warga etnis Rohingya yang mengungsi akibat konflik di Myanmar, berkumpul di perbatasan Myanmar-Bangladesh untuk mencari perlindungan


Aktivis HAM Myanmar Dicalonkan Nobel Perdamaian 2024: Penghargaan Ini Tidak Sempurna

16 hari lalu

Maung Zarni. Rohringya.org
Aktivis HAM Myanmar Dicalonkan Nobel Perdamaian 2024: Penghargaan Ini Tidak Sempurna

Maung Zarni, aktivis hak asasi manusia dan pakar genosida asal Myanmar, dinominasikan Hadiah Nobel Perdamaian 2024, oleh penerima Nobel tahun 1976


Pertempuran di Perbatasan Myanmar-Thailand, Pemberontak Targetkan Pasukan Junta

17 hari lalu

Tentara Thailand berlindung di dekat Jembatan Persahabatan Thailand-Myanmar ke-2 selama pertempuran di sisi Myanmar antara Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA) dan pasukan Myanmar, yang berlanjut di dekat perbatasan Thailand-Myanmar, di Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, April 20, 2024. REUTERS/Soe Zeya Tun
Pertempuran di Perbatasan Myanmar-Thailand, Pemberontak Targetkan Pasukan Junta

Pertempuran berkobar di perbatasan timur Myanmar dengan Thailand memaksa sekitar 200 warga sipil melarikan diri.


Top 3 Dunia: Iran Siap Hadapi Israel, Sejarah Kudeta di Myanmar

19 hari lalu

Militer Israel menunjukkan apa yang mereka katakan sebagai rudal balistik Iran yang mereka ambil dari Laut Mati setelah Iran meluncurkan drone dan rudal ke arah Israel, di pangkalan militer Julis, di Israel selatan 16 April 2024. REUTERS/Amir Cohen
Top 3 Dunia: Iran Siap Hadapi Israel, Sejarah Kudeta di Myanmar

Top 3 dunia adalah Iran siap menghadapi serangan Israel, sejarah kudeta di Myanmar hingga Netanyahu mengancam.