Tabrakan di Lapangan, Kiper Persela Choirul Huda Meninggal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PS TNI, Dimas Drajad (depan) mengecoh penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda saat pertandingan babak penyisihan grup C Piala Jendral Sudirman di stadion Gelora Delta Sidoarjo, 24 November 2015. PS TNI kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 8 poin. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pemain PS TNI, Dimas Drajad (depan) mengecoh penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda saat pertandingan babak penyisihan grup C Piala Jendral Sudirman di stadion Gelora Delta Sidoarjo, 24 November 2015. PS TNI kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 8 poin. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal setelah mengalami tabrakan saat timnya mengalahkan Semen Padang FC 2-0 dalam lanjutan Liga 1 di Lamongan, Ahad, 15 Oktober 2017.

    Ia mengalami cedera serius di bagian dada dan kepala karena berbenturan dengan bek Ramon Rodrigues. Sempat dilarikan ke RSUD Soegiri, Lamongan, nyawanya akhirnya tak tertolong.

    Meninggalnya kiper ini diumumkan akun Twitter resmi Persela, @PerselaFC. "INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN. SELAMAT JALAN CAP CHOIRUL HUDA. THE REAL LEGEND OF PERSELA," cuit klub itu.

    Kabar itu langsung disambut ucapan dukacita di Twitter. "Captain. Leader. Legend. The One & Only Choirul Huda. One-man Club. 1999-2017: Persela!," kata kata pemilik akun @wahyudinrmdhan.

    "Innalillahi...turut berduka cita atas meninggalnya Cak Choirul Huda. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah," kata akun pendukung Arema FC, Ongisnade‏ (@OngisnadeNet).

    Choirul Huda lahir di Lamongan, pada 2 Juni 1979. Ia meninggal dalam usia 38 tahun. Sepanjang kariernya, sejak 1999, ia selalu membela klub kota kelahirannya dan sudah tampil 481 kali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.