PSM vs Persiba, Kemenangan Tak Buat Pelatih Juku Eja Puas

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSM Makasar. Williem Jan Pluim (kanan), Marc Anthony Klok, dan Fathul Rahman (kiri). ANTARA /Ari Bowo Sucipto

    Pemain PSM Makasar. Williem Jan Pluim (kanan), Marc Anthony Klok, dan Fathul Rahman (kiri). ANTARA /Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Makassar - Pelatih Robert Rene Alberts, tak puas dengan performa anak asuhnya pada laga PSM vs Persiba Balikpapan pada laga pekan ke-31 Liga 1 di Stadion Mattoangin Andi Mattalata, Selasa sore 24 Oktober. Meskipun meraih kemenangan 3-1, menurut dia, permainan PSM Makassar tak stabil.

    Robert mengkritik performa anak asuhnya pada 15 menit pertama. Sebelum unggul 1-0 berkat gol Rizky Pellu, menurut dia PSM bermain lambat.

    "Setelah cetak gol dimenit ke-15 pemain baru bermain menyerang lebih cepat," ujarnya usai laga.

    Namun ia mengungkapkan permainan cepat yang dipertontonkan anak asuhnya terlihat membosankan lantaran serangannya kerap dipatahkan tim lawan. Alhasil, serangan balik lawan kerap menyusahkan pemain sendiri.
    "Setelah Persiba mencetak gol penyeimbang baru pemain bangun lagi dan menyerang cepat," tutur Robert.

    Ia juga mengkritik performa sejumlah pemainnya pada laga itu. Salah satunya adalah gelandang Pavel Purishkin. "Performa Pavel sebagai pemain asing juga tak bagus di laga ini," ujarnya.

    Menurut dia seharusnya PSM Makassar bisa mencetak lebih banyak gol lagi jika melihat peluang demi peluang yang diciptakan. Tapi Hamka Hamzah dkk hanya bisa mencetak tiga gol saja.

    "Permainan kami tak sesuai harapan, tapi ya saya tetap apresiasi kerja keras pemain," kata Robert.

    Kemenangan pada laga PSM vs Persiba itu membuat skuad Juku Eja mengkudeta Bhayangkara FC dari puncak klasemen sementara Liga 1, dengan mengoleksi 61 poin atau terpaut 2 angka saja. Bhayangkara FC akan bisa kembali ke puncak klasemen jika mereka berhasil menang pada laga melawan Persela Lamongan Jumat mendatang.

    DIDIT HARYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.