Minggu, 27 Mei 2018

Sambangi Liverpool, Manchester City Terbebani Kutukan 15 Tahun

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City Sergio Aguero melakukan selebrasi bersama rekan-rekannnya usai menjebol gawang Bristol City dalam Semi Final Piala Liga Leg Pertama di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, 9 Januari 2018. REUTERS

    Pemain Manchester City Sergio Aguero melakukan selebrasi bersama rekan-rekannnya usai menjebol gawang Bristol City dalam Semi Final Piala Liga Leg Pertama di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, 9 Januari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertandingan akbar Liga Inggris akan tersaji pada akhir pekan ini, yakni antara Liverpool dan Manchester City. Kedua tim akan bertemu di Anfield, Ahad, 14 Januari 2018.

    Manchester City kini tampil dominan di kompetisi ini. Tapi, mereka punya beban kutukan saat tampil di Anfield. The Citizens tidak pernah memenangi pertandingan liga Inggris saat bermain di Anfield selama hampir 15 tahun.

    Man City kalah pada 14 dari total 20 pertemuan di Liverpool selama era modern Liga Inggris dan hanya sekali menang 2-1 pada Mei 2003 ketika usia gelandang City, Leroy Sane, masih tujuh tahun.

    Dalam kurun 15 tahun itu, Manchester City menelan kekalahan terbesar melawan Si Merah pada Oktober 1995, ketika Ian Rush dan Robbie Fowler masing-masing mencetak dua gol. Sedangkan Jamie Redknapp dan Neil Ruddock menyempurnakannya dengan kemenangan 6-0.

    Total City kemasukan 40 gol liga di Anfield sejak 1992 dan hanya mencetak 17 gol.

    Musim ini, klub asuhan Pep Guardiola itu belum terkalahkan dan 15 poin berselisih bersih di puncak klasemen, 20 kali menang dari 22 kali bertanding, mencetak 64 gol, dan kemasukan 13 gol.

    Namun Guardiola yakin timnya akan mematahkan kutukan 15 tahun di Anfield setelah September tahun lalu menggasak tim asuhan Juergen Klopp di Etihad.

    Itu adalah kemenangan terbesar Manchester City selama bertemu Liverpool pada semua kompetisi, kandang maupun tandang, sejak menang dengan skor serupa pada Oktober 1945, demikian laman dilansir Sky Sports.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.