Persebaya Belum Dapat Striker Asing, Pelatih Tak Khawatir

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persebaya Surabaya. (liga-indonesia.id)

    Persebaya Surabaya. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Surabaya - Pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera, tidak khawatir meski timnya belum juga mendapatkan striker asing. Menurut dia, dua striker lokal yang dimiliki timnya, Rishadi Fauzi dan Ricky Kayame, sejauh ini tampil menjanjikan.

    "Saya tidak khawatir. Kami sudah ada Ricky dan Rishadi," katanya menanggapi tentang perburuan striker asing, Sabtu, 10 Februari 2018. Menurut dia, perburuan penggawa asing hingga saat ini belum ada perkembangan.

    Selain Ricky dan Rishadi yang berposisi sebagai striker murni, kata dia, pemain-pemain sayap dan gelandangnya bisa ditempatkan di lini depan. "Fandi Eko Utomo dan Ferinando Pahabol bisa main jadi striker," ujar pelatih asal Argentina itu.

    Berkaca pada turnamen pramusim Piala Presiden 2018, dari empat laga yang telah dijalani skuad Green Force—julukan Persebaya, anak asuhnya bisa mencetak tujuh gol. "Itu artinya tim kami tidak terlalu masalah di lini depan," ucapnya.

    Sebelumnya, Alfredo mengatakan tengah mencari striker asing yang bisa bermain sesuai dengan permainan tim. Selain itu, pemain harus bisa memainkan dan menahan bola serta bisa memberikan assist. Dia mencontohkan striker Sriwijaya FC, Alberto Goncalves.

    Persebaya sejauh ini baru merekrut dua penggawa asing, yakni bek Otavio Dutra (Brazil) dan gelandang serang Robertino Pugliara (Argentina). Persebaya masih bisa menambah dua pemain asing, yakni satu pemain Asia dan satu non-Asia.

    Namun Persebaya sepertinya tidak akan merekrut pemain asal Asia. Dalam beberapa kesempatan, Manajer Persebaya Chairul Basalamah menegaskan tidak bakal merekrut pemain Asia karena kualitasnya tak jauh beda dengan pemain lokal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.