Mantan Pemain Persija Sebut Persaingan di Liga 1 Makin Ketat

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Persija Marko Simic berseleberasi usai menjebol gawang Mitra Kukar FC pada pertandingan laga terakhir Gojek Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta 9 Desember 2018. Persija berhasil menjadi juara Gojek Liga 1 setelah berhasil mengalahkan Mitra Kukar FC di laga terakhir dengan skor 2-1 dengan torehan poin sebanyak 62 poin. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pesepak bola Persija Marko Simic berseleberasi usai menjebol gawang Mitra Kukar FC pada pertandingan laga terakhir Gojek Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta 9 Desember 2018. Persija berhasil menjadi juara Gojek Liga 1 setelah berhasil mengalahkan Mitra Kukar FC di laga terakhir dengan skor 2-1 dengan torehan poin sebanyak 62 poin. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa transfer pemain sudah dimulai begitu Liga 1 Indonesia 2018 selesai. Sejumlah tim tengah berbenah dengan cara mencari pemain dan pelatih yang diharapkan bisa merealisasikan target manajemen.

    Pengamat sepak bola nasional Imran Nahumarury mengatakan kompetisi Liga 1 Indonesia 2019 akan berjalan ketat seperti musim lalu. Berkaca kepada statistik dalam 10 tahun terakhir, menurut dia, tidak mudah bagi Persija Jakarta mempertahankan gelar juara. "Sejauh ini belum ada klub yang bisa juara dua kali berturut-turut," ucap Imran kepada Tempo, Rabu, 2 Januari 2019.

    Meski demikian, Imran menilai, bukan tidak mungkin Persija bisa mempertahankan gelar juara. Salah satu yang mesti menjadi perhatian manajemen tim berjuluk Macan Kemayoran bila ingin mempertahankan trofi juara ialah kedalaman materi pemain yang disiapkan pelatih.

    Menurut dia, Persija harus berbenah dan mempunyai kualitas pemain yang merata baik di tim utama maupun cadangan. "Biasanya tim lain akan berupaya mengalahkan juara bertahan," kata mantan pemain Persija itu.

    Ihwal klub yang berpeluang mengisi papan atas, Imran memprediksi, relatif tidak akan berbeda dengan musim lalu. Tim besar seperti Persib Bandung, Arema Malang, PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya mempunyai tradisi kuat berada di papan atas. Tim lainnya yang berpeluang meramaikan persaingan lima besar ialah Bhayangkara FC dan Bali United.

    Direktur Utama Persija Gede Widiade beberapa waktu lalu mengatakan Persija harus segera menyiapkan materi pemain karena akan menghadapi kualifikasi Liga Champions Asia pada Februari. Sebelum menentukan pemain mana yang dipertahankan dan dilepas, lanjutnya, manajemen menggelar evaluasi pada pertengahan Desember.

    Menjelang tutup tahun manajemen sudah memastikan kursi pelatih Persija masih dipegang oleh Stefano Cugurra. Gede mengatakan alasan mempertahankan Stefano karena kinerjanya sudah terbukti selama dua musim menangani Ismed Sofyan cs. "Teco kami pertahankan, dia pelatih baik dan tidak neko-neko. Tidak pernah marah kepada pemain," kata Gede Widiade mengutip Liga Indonesia.

    ADITYA BUDIMAN | LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.