Frenkie de Jong dan Sejarah Kejayaan Ajax Amsterdam di Barcelona

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain timnas Prancis, N'Golo Kante menghentikan langkah pemain Belanda, Frenkie de Jong dalam laga penyisihan grup A UEFA Nations League di De Kuip, Belanda, Sabtu, 17 November 2018. REUTERS/Toussaint Kluiters

    Aksi pemain timnas Prancis, N'Golo Kante menghentikan langkah pemain Belanda, Frenkie de Jong dalam laga penyisihan grup A UEFA Nations League di De Kuip, Belanda, Sabtu, 17 November 2018. REUTERS/Toussaint Kluiters

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajax Amsterdam, tempat lahirnya strategi total football, dan tim nasional Belanda boleh meredup di percaturan sepak bola internasional. Tapi, keduanya, tak pernah kehabisan pemain dengan talenta skill yang tinggi.

    Kabar terakhir yang menegaskan fenomena tersebut terjadi pada Selasa, 22 Januari 2019, ketika koran di Belanda, De Telegraaf, memberitakan Frenkie de Jong, 21, akan meninggalkan Ajax Amsterdam untuk bergabung dengan Barcelona dengan kesepakatan transfer 90 juta euro atau sekitar Rp 1,44 triliun pada musim panas 2019 mendatang.

    Baca: Lionel Messi Setuju untuk Hadir di Palembang pada Desember 2019

    Kabar kesepakatan tersebut akan membuat gelandang Frenkie de Jong menjadi pemain termahal Belanda sepanjang sejarah, dengan mengalahkan rekor transfer bek tengah Virgil van Dijk dari Southampton ke Liverpool, yaitu 84 juta euro satu tahun lalu.

    Frenkie de Jong disebut-sebut sebagai pemain lini tengah yang paling diminati di ajang sepak bola profesional saat ini. Berita tentang spekulasi kepindahan pemain gelandang berusia 20 tahun ini dari Ajax Amsterdam ke Barcelona sebenarnya sudah beredar sejak  2018.

    Baca: Frenkie de Jong, Barcelona, dan Hutan Belantara Transfer Modern

    Tapi, saat itu, mantan bintang Belanda dan Barcelona, Marc Overmars, yang menjabat sebagai direktur olahraga Ajax Amsterdam, menegaskan tak akan melepas Frenkie de Jong selagi muda.

    Selain Barcelona saat itu Paris Saint-Germain yang dikabarkan sangat meminati pemain kelahiran Arkel, 12 Mei 1997, ini.

    Kapasitas Frenkie de Jong dalam membuka ruang di lini tengah disejajarkan dengan arsitek tiki-taka Barcelona dan tim Spanyol pada era keemasannya, Xavi Hernandez.

    Baca: Frenkie De Jong ke Barcelona, Punya Pacar Terseksi di Belanda

    Dengan postur lebih tinggi dari Xavi, yakni 180 centimeter, De Jong tetap sangat lincah dan kuat. Tubuhnya yang langsing dan tinggi mengingatkan kepada tipikal para pemain Belanda pada era kejayaannya, termasuk mendiang maestro total fotbaal dan ikon revitalisasi Barcelona, Johan Cruyff.

    Johan Cruyff. ibtimes.co.uk

    Pelatih Ajax Amsterdam sekarang,  Erik ten Hag, di situs Football Oranje.com, sempat mengatakan beberapa hari lalu bertekad mempertahankan para pemain mudanya dari incaran klub-klub elit Eropa.

    Selain Frenki de Jong, ada Matthijs de Ligt, David Neres, Andre Onana, Donny van de Beek, dan Hakim Ziyech yang mencuat dalam bursa transfer pemain di Eropa Januari ini. Padahal, Ajax Amsterdam membutuhkan mereka untuk berlaga pada 16 besar Liga Champions Eropa 2018-2019.

    Baca: Frenkie de Jong, Titisan Beckenbauer Calon Pengganti Busquet

    Barcelona pada kepemimpinan manajer Louis van Gaal sempat dijuluki Barcajax karena banyaknya  orang-orang Ajax Amsterdam di sana.

    Bila benar kesepakatan Frenkie de Jong tersebut telah terjadi, ia akan mengembalikan sejarah Ajax Amsterdam di Barcelona yang dimulai dari kedatangan dua tokoh revolusi taktik sepak bola total footbaal Oranje di sana pada periode 1970-an, yaitu pelatih Rinus Michels dan pemain serbabisa Johan Cruyff beserta gelandang dinamo, Johan Neeskens.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.