Fernandinho, Otak di Balik Kudeta Manchester City terhadap Reds

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi pemain Manchester City, Fernandinho, merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan Liga Primer melawan Burnley di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu, 20 Oktober 2018. REUTERS/Darren Staples.

    Selebrasi pemain Manchester City, Fernandinho, merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan Liga Primer melawan Burnley di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu, 20 Oktober 2018. REUTERS/Darren Staples.

    TEMPO.CO, Jakarta - Fernandinho memang tidak mencetak gol ketika Manchester City berhasil mengkudeta kepemimpinan Liverpool  di Liga Primer Inggris, dengan mengalahkan tetangga, Everton, dinihari tadi, Kamis 7 Februari 2019. Tapi, dialah bintang sesungguhnya di laga itu.

    Pemain gelandang asal Brasil berusia 31 tahun itu bermain lebih agresif dari lini tengah pada sepanjang pertandingan untuk menciptakan situasi yang bisa membawa Aymeric Laporte menanduk tendangan bebas David Silva pada menit 45+2 dan Gabriel Jesus mencetak gol kedua menit 90+7.

    Media olahraga ESPN memberi nilai rapor paling tinggi di antara para pemain Manchester City dalam pertandingan itu, yakni nilai 8. Manajer City, Pep Guardiola, memberikan peran baru buat Fernandinho sejak mereka menggulung Arsenal 3-1 pada pertandingan sebelum laga di tetangga The Reds di Kota Liverpool tersebut.

    Pemain Brasil menjalan peran sebagai pemain yang melakukan transisi untuk tim, yaitu melalui pergerakannya di antara lini tengah dan belakang, bergantung kepada penguasaan bola dari tim saat itu.

    Dengan peranan seperti itu, susunan pemain arahan Pep Guardiola ini sering terdiri dari tiga pemain belakang dan lima pemain tengah.

    Ketika sedang ditekan lawan, Fernandinho mendampingi bek tengah, seperti Nicolas Otamendi –saat melawan Arsenal, misalnya- dan Aymeric Laporter ke posisi bek kiri.

    Ketika menguasai bola dan hendak menyerang, Fernandinho bergerak ke lini tengah dan mendampingi para pemain gelandang, Ilkay Gundogan dan kawan-kawan.

    “Ketika bertahan, kami bermain dengan posisi 4-4-2. Dan, ketika saya mendapat bola, saya akan bergerak ke tengah bergabung dengan Gudo. Tapi, saat tanpa bola, saya bergabung dalam empat pemain belakang,” kata Fernandinho kepada Sky Sports.

    Kini Manchester City memimpin klasemen Liga Primer Inggris setelah menjalani 26 pertandingan. Untuk terus memepet Liverpool yang memiliki nilai sama dengan City, tapi unggul satu pertandingan, peran baru Fernandinho di Manchester City seperti itu sangat dibutuhkan.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.