Dibantai Manchester City, Kudeta Zola kepada Sarri di Chelsea?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roberto Di Matteo (kanan) bersama Gianfranco Zola, saat keduanya masih menjadi pemain di Chelsea. Zola merupakan salah satu pendukung agar Di Matteo dipermanenkan menjadi pelatih Chelsea, usai Di Matteo berhasil membawa Chelsea memenangkan Liga Champion musim lalu. bbc.co.uk

    Roberto Di Matteo (kanan) bersama Gianfranco Zola, saat keduanya masih menjadi pemain di Chelsea. Zola merupakan salah satu pendukung agar Di Matteo dipermanenkan menjadi pelatih Chelsea, usai Di Matteo berhasil membawa Chelsea memenangkan Liga Champion musim lalu. bbc.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Maurizio Sarri tergolong manajer pelatih yang hebat. Dua belas pertandingan awalnya di Chelsea musim ini yang tak terkalahkan adalah buktinya. Jejak reputasinya juga ada di Napoli 2015-2018, sebelum digantikan Carlo Ancelotti.

    Tapi, sebagai sesama orang Italia, Sarri masih tergolong muka baru dibandingkan koleganya itu dalam urusan melatih di luar negaranya. Ancelotti juga mantan pelatih Chelsea selain sudah berkelana di Real Madrid. Tapi, yang lebih penting lagi dalam “kasus” Sarri ini adalah Gianfranco Zola, asisten manajer dari Sarri sekarang, dan juga orang Italia.

    Zola jelas lebih paham sepak bola Inggris dibandingkan bosnya itu. Zola, yang kalau bermain punya skill tinggi seperti Diego Maradona, lama membela Chelsea 1996-2003.

    Zola juga kawakan memanajeri klub di Inggris, dari West Ham United, Waford, sampai Birmingham City. Pria berusia 52 tahun boleh dibilang sudah sangat paham gaya dan situasi sepak bola Inggris sebagaimana pria Italia lainnya, Roberto Di Matteo, yang memberikan trofi Liga Champions buat Chelsea.

    Mengingat bagaimana proses mantan bintang tim nasional Italia lainnya, Gianluca Vialli, mengambil alih jabatan manajer Chelsea dari Ruud Gullit pada 1998, ada kemungkinan Zola yang naik kalau Sarri terus-terusan membuat Chelsea kalah, seri, dan melorot dari lima besar Liga Primer Inggris.

    Maurizio Sarri bisa terancam mengalami nasib lebih sakit dari rekan senegaranya, Antoni Conte, yang dipecat dari Chelsea musim lalu, yaitu menyaksikan asistennya yang naik mengisi posisi manajer.

    “Saya selalu mempunyai risiko dipecat Chelsea,” kata Maurizio Sarri, pelatih klub berjuluk The Blues itu setelah mereka dikalahkan tuan rumah, Manchester City, 6-0, pada pekan ke-26 bagi klub dari London ini dalam Liga Primer Inggris 2018-2019.

    Dalam pertandingan di Stadion Etihad, Manchester, dinihari tadi, Senin 11 Februari 2019, Maurizio Sarri harus menerima kenyataan, yaitu membawa Chelsea mengalami kekalahan terbesar dalam sejarah klub London selama 28 tahun terakhir.

    Dulu Vialli yang banyak ditolong Gullit untuk memasuki Chelsea, sebelum menggantikan posisinya. Kini Zola yang dipercayai Sarri –bila keadaan Chelsea terus memburuk- bisa  mendadak ditunjuk sang pemilik klub, Roman Abramovich, untuk menggantikan mantan manajer Napoli itu.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.