Dua Pemain Mitra Kukar Raih Gelar S1 IBU Malang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema Indonesia Ahmad Bustomi (kanan) menendang bola di stadion Mattoanging gelora Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan. Tempo/Zulkarnain

    Pemain Arema Indonesia Ahmad Bustomi (kanan) menendang bola di stadion Mattoanging gelora Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan. Tempo/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pesepak bola yang memperkuat Mitra Kukar pada musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2019, yakni Ahmad Bustomi dan Arif Suyono, resmi menyandang gelar sarjana dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo atau IBU Malang.

    Baik Bustomi maupun Arif Suyono sama-sama resmi mengantongi ijazah dan menyandang gelar sarjana pendidikan olahraga (S.pd) setelah menerima ijazah yang diserahkan langsung Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, di kampus setempat, Selasa, 12 Februari 2019.

    Lulusnya dua mantan pemain timnas Indonesia senior tahun 2010 itu menambah jumlah atlet nasional maupun internasional yang lulus dari perguruan tinggi yang melahirkan para guru. Mereka rata-rata mengambil program studi (S1) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Eksakta dan Keolahragaan.

    "Alhamdulillah hari ini saya dan Arif Suyono sudah menerima ijazah kesarjanaan di IKIP Budi Utomo Malang. Saya masuk tahun 2008 sama dengan Arif. Saya lulus 2014 dan Arif 2012, tapi kami baru hari ini ada waktu menerima ijazah," kata Bustomi di sela menerima ijazah sarjananya (S1) di kampus IKIP Budi Utomo Malang.

    Bagi Bustomi maupun Arif Suyono, profesi sebagai pemain sepak bola memang penting, namun pendidikan formal tetap tidak bisa ditinggalkan, tidak saja dari sepak bola, tapi semua atlet cabang olahraga lainnya. Karena atlet waktunya terbatas, solusi terbaik untuk menyelesaikan pendidikan tinggi sudah luar biasa.

    Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko mengatakan Ahmad Bustomi dan Arif Suyono sama-sama angkatan 2008, dan mereka lulus tahun 2012 dan 2014.

    "Karena kesibukan mereka (Bustomi dan Arif Suyono) di klub-klub sepak bola yang dibela, ijazah sarjana mereka baru kami serahkan secara resmi hari ini. Mereka bisa menjadi contoh bagi atlet lainnya, tidak hanya sepak bola, tapi dari cabang-cabang olahraga lainnya," ucap Nurcholis.

    Menurut Ketua Forki Kota Malang itu, selain kariernya sebagai seorang atlet, sebaiknya mereka juga tetap memperhatikan pendidikan formalnya, karena akan sangat berperan terhadap perkembangan masing-maisng atlet ketika di lapangan, baik dari sisi kapasitas keilmuan maupun kompetensinya.

    Sebelumnya IKIP Budi Utomo, juga telah meluluskan pesepak bola profesional lainnya, yakni Siswantoro eks Arema dan Persik Kediri, Jaya Teguh Angga (eks Persema Malang dan timnas Indonesia), Sunarto (Arema FC0, Rexza Mustioga Ardiansya (eks Persema Malang dan Semeru FC Lumajang), Beny Wahyudi dan Juan Revi Auriqto (eks Arema).

    Pesepak bola lainnya yang masih tercatat sebagai mahasiswa PJKR Fakultas Ilmu Eksakta dan Keolahragaan IKIP Budi Utomo Malang adalah Aji Saka dan Saddil Ramdani yang kini memperkuat Pahang FA, Malaysia.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.