Pengalaman Bela Timnas, Ini Kisah Pemain Naturalisasi Persebaya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persiba Bantul Ezequiel Gonzales (tengah) berebut bola dengan Otavio Dutra, pesepakbola Persebaya 1927 pada pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012 di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Sabtu (28/1). Persebaya 1927 dikalahkan Persiba Bantul dengan skor 0-1. TEMPO/Prasetyo

    Pesepakbola Persiba Bantul Ezequiel Gonzales (tengah) berebut bola dengan Otavio Dutra, pesepakbola Persebaya 1927 pada pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012 di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Sabtu (28/1). Persebaya 1927 dikalahkan Persiba Bantul dengan skor 0-1. TEMPO/Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan raut muka yang berbinar-binar, Otavio Dutra menceritakan perasaannya membela timnas Indonesia pada Rabu, 20 Maret 2019. Kisah itu dia ceritakan saat bergabung dalam sesi latihan Persebaya. Dia bisa gabung latihan karena sedang di Surabaya untuk menyelesaikan proses naturalisasi.

    ”Saya tidak libur, seharusnya saya tetap di timnas. Karena mengurusi paspor makanya balik ke Surabaya," ungkap Dutra. ”Semoga urusan paspor saya bisa segera selesai dan kembali minggu ini bersama timnas,” imbuhnya di Lapangan Polda Jatim pagi tadi.

    Menurutnya, bisa membela timnas Indonesia adalah kebanggaan luar biasa. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

    Dutra melakoni debut bersama timnas Indonesia saat menghadapi League 2 All Star, di Hartfield Park, Forrestfield, Australia, Sabtu 16 Maret 2019. Dia turut menyumbangkan satu gol dalam kemenangan timnas Indonesia dengan skor telak 5-1 itu.

    ”Luar biasa saya senang dan bangga bisa TC (training center) di Australia, fasilitas di sana sangat bagus. Di Australia timnas uji coba dua kali, dua kali saya starter dan cetak satu gol di uji coba kedua," paparnya.

    Selama dua pekan lebih Dutra mengikuti pemusatan latihan bersama timnas Indonesia. Dia menceritakan pengalamannya tersebut kepada Alexandre da Silva Mariano atau akrab disapa Amaral. Selain pernah bersama-sama membela Green Force, Amaral merupakan mantan penggawa timnas Brasil.

    ”Dia sahabat saya sejak bermain di Corinthians. Dia sangat senang saya dipanggil timnas, karena Amaral tahu itu mimpi saya. Dia juga terus memberi semangat dan motivasi kepada saya,” jelas pemain Persebaya ini.

    PERSEBAYA.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.