Liga 1: Jelang Vs Arema FC, Persib Bandung 2 Kali Diteror Petasan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persib Bandung. (instagram/@persib_official)

    Persib Bandung. (instagram/@persib_official)

    TEMPO.CO, JakartaPersib Bandung mendapat sejumlah "teror" saat bersiap menjalani laga tandang melawan Arema FC dalam laga tunda Liga 1 pekan keempat di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sebelum laga yang akan berlangsung Selasa malam, 30 Juli 2019, rombongan Persib sempat dua kali mendapat gangguan dari suporter lawan.

    Gangguguan pertama, seperti dilaporkan Indosport, terjadi saat Persib usai berlatih di Stadion Kanjuruhan, Senin sore. Seperti dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @Viking_SMKN2Bdg, bus yang mengangkut rombongan pemain Maung Bandung mendapat teror, baik secara verbal maupun tindakan yang menjurus pada aksi tidak elok.

    Dalam video tersebut, beberapa oknum suporter Arema FC meneriaki bus yang ditumpangi para pemain Persib dengan kata-kata tidak pantas. Selain itu, mereka juga menyalakan petasan di dekat bus.


    Aksi "teror" lainnya terjadi di hotel tempat persib menginap. Kejadian yang berlangsung Selasa dinihari itu diunggah pelatih Robert Rene Alberts dalam akun instagramnya. Pada pukul 02.50 WIB, para pemain Persib yang tengah tidur dikejutkan dengan rentetan bunyi petasan yang memekakkan telinga.

    “(Pukul) 02.50 di Malang. Tidak ada polisi. Mari semuanya nikmati sepak bola. Sepak bola itu untuk dinikmati,” tulis Robert Rene Alberts dalam unggahan video kejatian itu.

    Pertandingan Arema FC menjamu Persib sendiri sesuai jadwal akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, mulai pukul 18.30 WIB. Saat ini, Persib bertengger di peringkat 11 klasemen sementara dengan raihan 13 poin dari 10 laga. Sedangkan tuan rumah Arema FC berada di peringkat kelima dengan koleksi 15 angka dari sembilan laga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.