Persebaya Surabaya Vs Madura United, Djanur Waspadai Trik Dejan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dejan Antonic, pelatih Madura United (kanan, pssi.org)

    Dejan Antonic, pelatih Madura United (kanan, pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman,  menyampaikan kepada pemain agar tidak terpengaruh dengan situasi di Madura United menjelang pertandingan Derby Suramadu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu ini, 10 Agustus 2019.

    Menurutnya, tim berjulukan Laskar Sapeh Kerrab melancarkan psywar alias perang urat saraf yang menyebutkan kondisi mental pemainnya menurun seusai diimbangi Bhayangkara FC 1-1 pada pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, pekan lalu.

    “Itu hanya psywar, tidak boleh ditanggapi dengan serius. Karena pemain mereka punya mental bagus, berpengalaman. Mereka juga tidak panik ketika tertinggal saat main away. Saya sudah sampaikan ke pemain jangan sampai kami terkena psywar-nya Dejan (Antonic),” kata Djadjang Nurjaman.

    Baru saja mengalahkan Persipura Jayapura, Ruben Sanadi dan kawan-kawan ingin mempertahankan tren kemenangan. Asisten pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro menggembleng Ruben dan kawan-kawan dengan menu latihan fisik untuk mengembalikan kebugaran sejak Selasa lalu. Itu perlu dilakukan setelah pemain diliburkan dua hari seusai menghadapi Persipura.

    ”Saya meneruskan program dari coach Djanur, yang harus absen karena ada keperluan keluarga. Kebetulan saya sudah kembali dari kegiatan sertifikasi lisensi A AFC,” kata Bejo setelah memimpin latihan.

    Menurut Bejo, seluruh pemain Persebaya Surabaya dalam kondisi fisik yang bagus. Andri Muliadi yang absen cukup lama terlihat tidak lagi mengalami masalah. Demikian halnya dengan Oktafianus Fernando, pergerakannya sudah kembali seperti sebelum cedera saat melawan Persela.

    PERSEBAYA.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.