Kata Adrian Usai Jadi Pahlawan Liverpool di Piala Super Eropa

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KIper Liverpool, Adrian. (reuters)

    KIper Liverpool, Adrian. (reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Adrian menjadi pahlawan saat Liverpool menjuarai Piala Super Eropa 2019. Kiper ini menjadi penentu keberhasilan The Reds menang adu penalti 5-4 dalam laga di Vodafone Park, Istanbul, Turki, Kamis dinihari WIB, 15 Agustus 2019.

    Adrian tampil jadi starter karena kiper utama klub, Alisson Becker, cedera. Ia mampu menjaga gawangnya dengan baik dan hanya kebobolan dua kali hingga babak tambahan waktu, membuat skor akhir jadi 2-2.

    Dalam adu penalti, ia kemudian mampu membendung membendung tendangan Tammy Abraham, eksekutor kelima Chelsea.

    Adrian, pemain Spanyol berusia 32 tahun, senang debut penuhnya berakhir sempurna. Ia sebelumnya jadi pengganti saat Liverpool mengalahkan Norwich City 4-1 di laga pertama Liga Inggris.

    "Selamat datang ke Liverpool! Ini sungguh minggu yang gila," kata dia seusai laga. "Saya bahagia untuk tim ini. Bersama mereka terasa mudah."

    Mantan pemain West Ham ini melanjutkan, "Saya sangat gembira dengan trofi. Saya bahagia untuk suporter. Ini laga yang panjang tapi ujungnya adalah finis yang hebat."

    Adrian memiliki interaksi cukup unik dengan Tammy Abraham dalam laga itu. Pada babak tambahan waktu ia dianggap melanggar Abraham sehingga timnya diganjar penalti, yang kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh Jorginho. Padda saat adu penalti, ia mampu membendung tembakan Abraham.

    Adrian mengaku tak sepakat dengan putusan wasit wanita, Stephanie Frappart, di laga itu yang memberi Chelsea penalti di babak perpanjangan waktu. Ia merasa hanya melakukan kontak kecil dengan Abraham.

    "Saya berusaha menghentikannya. Ia penyerang yang cerdas," kata dia. "Saya menyentuhnya, tapi ia yang menyebabkannya. Saya mengatakan itu pada wasit, tapi tak masalah. Akhirnya kami mendapat gelar."

    Liverpool meraih gelar juara Piala Super Eropa keempat kalinya. Mereka juga juara pada 1977, 2001, dan 2005. Hanya Barcelona dan AC Milan yang pernah juara lebih sering, lima kali.

    MIRROR | UEFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.