Paul Pogba Tak Hanya Jadi Sasaran Pelecehan Rasial di Dunia Maya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi vandalisme bertuliskan 'Pogba Out' di sebuah papan di luar Carrington. TheSun.co.uk/ Eamonn and James Clarke

    Aksi vandalisme bertuliskan 'Pogba Out' di sebuah papan di luar Carrington. TheSun.co.uk/ Eamonn and James Clarke

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang Manchester United, Paul Pogba kembali mendapatkan pelecehan rasial. Kini tak hanya lewat komentar di media sosial. Bahkan, di kawasan tempat pelatihan tim berjulukan Setan Merah, ditulis "POGBA OUT" dengan warna merah di papan berwarna hitam yang tertulis dengan huruf putih peringatan untuk para penggemar dilarang menghentikan mobil pemain.

    Aksi vandalisme ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah gelandang asal Prancis itu menjadi korban pelecehan rasis di media sosial.

    Pemain 26 tahun ini menjadi sasaran pelecehan rasis setelah gagal melakukan tendangan penalti saat Manchester bermain imbang 1-1 di kandang Wolves pada laga lanjutan Liga Inggris, Senin, 19 Agustus 2019. Pogba diserang dengan komentar rasis yang menyakitkan dan ancaman pembunuhan.

    Pemain Manchester United Daniel James bersama Harry Maguire dan Paul Pogba. Reuters/Jason Cairnduff

    Manchester United tengah bekerja keras untuk mengidentifikasi siapa pelaku pelecehan rasial via online. Sementara itu, rekan-rekan Pogba di tim berbondong-bondong memberikan dukungan kepada pemain asal Prancis itu.

    Harry Maguire berkomentar di Twitter, "Menjijikkan. Media sosial perlu melakukan sesuatu tentang itu..." Ia kemudian melanjutkan lagi, "Setiap akun yang dibuka harus diverifikasi oleh paspor / SIM. Hentikan troll menyedihkan ini dengan membuat banyak akun untuk mencaci-maki orang. @Twitter @instagram"

    Marcus Rashford menambahkan: "Cukup, ini perlu dihentikan @Twitter.

    "Manchester United adalah keluarga. @Paulpogba adalah bagian besar dari keluarga ini. Kamu serang dia, kamu serang kami semua @manutd."

    Pogba sendiri juga menulis pernyataannya di Twitter, "Nenek moyang saya dan orang tua saya menderita agar generasi saya bebas hari ini, bekerja, naik bus, bermain sepak bola. Penghinaan rasial adalah ketidaktahuan dan hanya bisa membuat saya lebih kuat dan memotivasi saya untuk berjuang untuk generasi berikutnya."

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.