Manchester City: Gabriel Jesus Sulit Saingi Sergio Aguero

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Manchester City Gabriel Jesus, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Shakhtar Donetsk dalam pertandingan Grup C Liga Champions di Stadion Metalist, Kharkiv, Ukraina, 19 September 2019.  REUTERS/Gleb Garanich

    Penyerang Manchester City Gabriel Jesus, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Shakhtar Donetsk dalam pertandingan Grup C Liga Champions di Stadion Metalist, Kharkiv, Ukraina, 19 September 2019. REUTERS/Gleb Garanich

    TEMPO.CO, Jakarta - Striker Manchester City, Gabriel Jesus, tengah gundah. Pemain berusia 22 tahun asal Brasil itu mengaku sudah habis kesabarannya untuk menjadi pemain pilihan pertama Manajer Pep Guardiola.

    Selama ini, dia hanya menjadi pemain cadangan untuk Sergio Kun Aguero, yang posisinya tak tergantikan sejak kedatangannya dari Atletico Madrid pada 2011.

    Hampir sembilan tahun di Manchester, sepanjang waktu itulah Aguero menjadi pilihan pertama pelatih. Pun demikian dengan Gabriel Jesus. Sejak didatangkan dari Palmeiras, Brasil, pada Januari 2017, dia belum bisa menggeser posisi Aguero.

    “Saya masih harus menunggu. Sudah hampir tiga tahun berada di sini dan sekarang musim keempat saya,” kata dia. “Fase bersabar itu sudah lewat.”

    Pertanda dia akan hengkang? Terlalu dini, tentu saja. Meski dia menumpahkan kegelisahannya dalam wawancara dengan stasiun televisi Brasil, Esporte Interativo, toh dia tidak menuntut banyak dari Guardiola.

    “Memang tidak mudah bersaing dengan Aguero, yang merupakan legenda klub ini,” katanya. “Selain itu, saya memahami pertimbangan Pep dalam setiap pertandingan.”

    Penyerang Manchester City, Sergio Aguero melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Bournemouth dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Vitality, Bournemouth, 25 Agustus 2019. Manchester City kalahkan Bournemouth 3-1. Action Images via Reuters/Matthew Childs

    Pada awal musim ini, Aguero tampil gemilang. Hingga pekan keenam, dia telah mencetak 8 gol. Koleksi golnya itu membuat dia untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Primer musim ini.

    Sesungguhnya, penampilan Jesus tidaklah buruk. Dengan jumlah waktu bermain yang lebih minim, hanya sekali dimainkan sebagai starter di Liga Primer, dia mencetak satu gol dan satu assist dalam empat laganya.

    Dalam laga Piala Liga, dia mengoleksi satu gol saat timnya menggulung Preston North End dengan skor 3-0 pada pertengahan pekan lalu.

    Pep pun memuji pemain muda itu. Menurut Pep, Gabriel menunjukkan sikap profesionalnya. “Dia pemain yang hebat. Kebiasaannya saat berlatih juga baik,” katanya.

    Namun, untuk mendapatkan tempat rutin di tim inti, seorang pemain harus berjuang dengan keras. Menurut Pep, hal itu tidaklah mudah.

    Satu kalimat penghiburan, yang tentu menyenangkan Gabriel, keluar dari mulut bekas pelatih Barcelona itu. Kata Pep, untuk menjadi pemain pengganti Sergio, diperlukan pemain dengan kemampuan istimewa.

    "Ketika Gabriel bermain, dia melakukan semuanya. Seperti yang ditunjukkan saat bermain melawan Shaktar Donetsk. Dia tidak saja mencetak gol, tapi juga bermain ngotot,” kata dia memuji Gabriel dalam laga Liga Champions itu.

    Singkat kata, kepada Gabriel, Pep memintanya untuk bersabar. Bagi dia, asalkan mau bertahan, masa depannya di klub berjulukan The Citizens itu akan berkilau-kilau.

    Pesan serupa juga disampaikan oleh legenda Brasil, Rivaldo. Menurut pemain yang bersinar bersama AC Milan itu, selain bersabar, Gabriel diminta untuk terus mempertahankan penampilannya di lapangan.

    “Dengan terus bermain bagus bisa menjadi bukti bahwa dia memang layak menjadi starter,” katanya.

    Porsi kesabaran Gabriel pun sepertinya harus ditambah. Dalam laga melawan Everton, nanti malam, Pep akan kembali memasang Aguero.

    Selain memang sedang dalam penampilan terbaik, Aguero kini tengah dipanas-panasi soal rekor milik Jamie Vardy. Pemain Leicester itu menjadi orang pertama yang mencetak gol dalam sebelas laga tanpa jeda.

    Rentetan gol yang dibuat ketika Leicester menjadi juara pada tiga musim lalu itu mengalahkan catatan yang sebelumnya dibuat Ruud van Nistelrooy, yang membuat gol dalam 10 laga tanpa henti pada 2003.

    Pep Guardiola. AP/Rui Vieira

    Kini, Aguero telah mencatat awal yang baik, yakni membuat gol dalam enam laga berturut-turut. Kesempatan membuat gol ke gawang Everton tentu saja terbuka. Apalagi penampilan pasukan Marco Silva itu tengah buruk. Dalam laga terakhir, mereka kalah oleh Sheffield United, 0-2.

    Sebaliknya, Manchester City tengah beringas. Setelah dikalahkan Norwich City, 2-3, mereka bangkit. Hasilnya, sebelas gol mereka buat tanpa kebobolan satu gol pun. Delapan gol ke gawang Watford, sisanya ke gawang Preston dalam pertandingan Piala Liga.

    Tentu hal ini akan mendongkrak kepercayaan diri Aguero. Terlebih, di antara klub lainnya, gawang Everton terbilang sulit untuk dia taklukkan.

    Dalam 13 laga, dia baru menjebol gawang tim itu dua kali. Gol terakhir pun terjadi sudah lama sekali, yakni pada 2014.

    Semua itu akan menjadi modal bagus bagi City dalam lawatannya ke Goodison Park, nanti malam. Mental pasukan sedang bagus, ketajaman Aguero pun tengah meningkat. Namun hal itu juga berarti penantian Gabriel Jesus kian terasa panjang.

    DAILYMAIL | MANCHESTER EVENING NEWS | IRFAN BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.