Songsong Laga Vs Borneo FC, Persebaya Latihan Lagi Dipimpin Pikal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Latihan Persebaya. persebaya.com

    Latihan Persebaya. persebaya.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pemain Persebaya Surabaya kembali menjalani latihan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis, 3 Oktober 2019. Latihan ini dijalani oleh Irfan Jaya dan kawan-kawan setelah menjalani libur selama tiga hari.

    Latihan kali ini dipimpin langsung oleh pelatih kepala Wolfgang Pikal. Pria asal Austria tersebut memberi menu uji ketahanan fisik atau yang lebih dikenal dengan istilah beep test.
     
    "Hari ini kita bikin beep test untuk melihat standar endurance pemain kita dimana. Semoga pemain tetap jalankan program selama libur tiga hari," ucap Pikal.
     
    Dari sisi hasil, Pikal tidak memberi rinciannya kepada media. Akan tetapi, secara umum kondisi pemain cukup bagus. Tidak ada penurunan fisik yang siginifikan setelah kembali dari libur.
     
    Selain latihan fisik, pelatih berusia 51 tahun tersebut juga memberi menu lain sebagai selingan. Pikal mencoba untuk membuat pemain bisa menikmati latihan sekaligus untuk mengembalikan kondisi.
     
    "Kita juga ada latihan finishing sedikit, passing juga. Ini menu latihan yang standar untuk bisa kembalikan feeling pemain setelah tiga hari libur," ucap Pikal lagi.
     
    Persebaya memainkan laga terakhirnya di kandang Barito Putera, 28 September lalu. Saat itu, Bajul Ijo kalah dengan skor 0-1 atas Barito pada laga yang digelar di Stadion Demang Lehman, Martapura.
     
    Sementara itu, laga terdekat yang akan dijalani Persebaya yakni saat menjamu Borneo FC. Laga ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada 11 Oktober 2019 yang akan datang.  Laga ini awalnya dijadwalkan digelar 2 Oktober tapi tertunda karena faktor keamanan.
     
    LIGA INDONESIA
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?