Tottenham Hotspur: Film Dokumenter Pemicu Kemarahan Pochettino

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino bersama anak asuhnya merayakan keberhasilannya menyingkirkan Manchester City dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, 18 April 2019. REUTERS/Andrew Yates

    Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino bersama anak asuhnya merayakan keberhasilannya menyingkirkan Manchester City dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, 18 April 2019. REUTERS/Andrew Yates

    TEMPO.CO, Jakarta - Mauricio Pochettino, manajer Tottenham Hotspur yang akrab dipanggil Poch, marah ketika ditanya soal pembuatan film televisi dokumenter yang dilakukan Amazon terhadap klubnya.

    Hal itu terjadi setelah pertandingan di kandang sendiri, Tottenham ditahan Watford 1-1 pada pekan kesembilan Liga Primer Inggris 2019-20, Sabtu 19 Oktober.

    “Anda pikir ini saat yang tepat untuk berbicara soal (film dokumenter) itu? Saya sedang berfokus memberikan yang terbaik untuk mengubah kondisi klub,” kata pelatih asal Argentina itu.

    Dengan seri tajuk “All or Noting, Amazom memproduksi seri film dokumenter olahraga yang merekam kejadian di klub-klub ternama di dunia. Mereka merekam apa saja yang dilakukan sebelum pertandingan, seperti saat-saat latihan hal-hal lain, rapat tim, dan peristiwa setelah pertandingan.

    Amazon “All or Nothing” pada dua  musim lalu,  mereka merekam kisah di balik sukses Manchester City menjuarai Liga Primer Inggris untuk pertama kali di bawah asuhan manajer Pep Guardiola.

    Tapi, kesepakatan direksi Tottenham dengan Amazon soal klub masuk dalam seri terakhir “All or Nothing” tampaknya datang pada saat tidak tepat.

    Pasalnya, klub London utara berjuluk Spurs ini lagi limbung di bawah asuhan Mauricio Pochettino setelah suses menembus final Liga Champions musim lalu.

    Dalam musim 2019-2020 ini, Spurs sudah tersingkir dari Piala Liga Inggris setelah dikalahkan klub dari divisi di bawah mereka, Colchester, dan kemudian pasukan Pochettino digilas Bayern Munich 7-2 pada pertandingan fase Liga Champions.

    Selanjutnya, liga memasuki masa jeda karena ada ada pertandingan internasional, Spurs dipermalukan di kandang Brighton dengan kekalahan telak 0-3 sebelum Sabtu lalu di Tottenham Hotspur Stadium, London, yang supermegah itu, tim asuhan Pochettino hanya bisa mengais satu poin 1-1. Spurs pun kini terpuruk di peringkat ketujuh.

    Buat Spurs yang beberapa musim terakhir selalu berada di dekat tangga juara liga, posisi terakhir itu sudah masuk kategori mencemaskan, apalagi jika mengacu pada prestasi besar mereka musim lalu.

    “Itu adalah keputusan klub untuk membuat film dokumenter tentang Tottenham. Dan, saya sebagai manajer tim adalah yang memberikan hal terbaik yang diinginkan klub,” kata Pochettino lagi.

    Nada tinggi Mauricio Pochettino ketika ditanya soal proyek film dokumenter yang dilakukan klubnya itu juga kelanjutan dari hubungannya yang naik-turun dengan Daniel Ley, pengusaha kondang asal Inggris yang sudah menjadi ketua Tottenham Hotspur sejak 2001.

    Mauricio Pochettino kerap mengeluh bahwa kewenangannya sebagai manajer tim semakin dibatasi oleh Levy, terutama dalam soal kebijakan pembelian pemain.

    THE SUN | SOCCERNET     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.