Persib Vs Persija Menggantung, Ada Pesan untuk Bobotoh

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Striker baru Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel (kanan) berfoto bersama manajer Persib Bandung Umuh Muchtar di Graha Persib, Bandung, Jawa Barat, 8 Agustus 2017. Ezechiel menempati posisi striker menggantikan Carlton Cole. ANTARA FOTO

    Striker baru Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel (kanan) berfoto bersama manajer Persib Bandung Umuh Muchtar di Graha Persib, Bandung, Jawa Barat, 8 Agustus 2017. Ezechiel menempati posisi striker menggantikan Carlton Cole. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga klasik antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta masih menggantung. Kepolisian Daerah Jawa Barat tidak mengeluarkan izin pertandingan yang dijadwalkan digelar pada Senin, 28 Oktober 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

    Manajemen Persib pun angkat bicara soal izin pertandingan yang belum jelas. Manajer tim, Umuh Muchtar, meminta pendukung Persib atau bobotoh bersabar. Menurut dia, faktor keamanan menjadi hal utama yang menjadi pertimbangan kepolisian.

    “Saya juga mengerti. Insya Allah, Pak Kapolda sudah janji, besok atau lusa kalau kondusif dan tidak ada masalah di Bandung, pasti diizinkan. Pak Kapolda sendiri yang nanti akan ikut mengamankan. Beliau pun juga merasa berdarah bobotoh,” kata Umuh, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Umah berharap situasi di wilayah Jawa Barat bisa cepat kondusif dan tidak ada gejolak unjuk rasa. “Mohon maaf kepada para bobotoh. Kami mengharapkan situasi kondusif di Bandung,” tuturnya.

    Pada pertemuan pertama di putaran satu Liga 1 Indonesia, laga Persija kontra Persib digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kedua tim bermain imbang 1-1. Gol Persija dicetak oleh Marko Simic dan Persib membalas lewat Artur Geworkyan.

    PERSIB BANDUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.