Bhayangkara FC Vs Persija: Derby Jakarta Tanpa Penonton di PTIK

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bhayangkara FC Dzumafo (kanan) berusaha melewati pemain Arema FC Agil Munawar dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu, 27 November 2019. ANTARA

    Pemain Bhayangkara FC Dzumafo (kanan) berusaha melewati pemain Arema FC Agil Munawar dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu, 27 November 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertandingan bertajuk Derby Jakarta antara Bhayangkara FC dan Persija pada laga pekan ke-30 Shopee Liga 1 2019 akan digelar tanpa penonton di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Rabu mendatang, 4 Desember.

    Semula, pihak panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Bhayangkara FC ingin menggelar laga tersebut di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, namun rencana tersebut tak dapat terealisasi.

    Masalah perizinan menjadi alasan utama pemindahan laga tersebut oleh panpel Bhayangkara FC. Izin dengan penonton dicabut karena adanya beberapa kegiatan di Kota Bekasi secara bersamaan di tanggal 4 Desember 2019.

    Sebelumnya, Patriot dipilih karena menimbang banyaknya suporter Persija. Kapasitas 30.000 penonton di Patriot menjadi alasan panpel Bhayangkara FC karena kapasitas PTIK yang hanya 3.000 penonton.

    "Ada perubahan venue pertandingan. Baru semalam saya dikabari bahwa kami mainnya di PTIK bukan di Patriot dan itu tanpa penonton," ujar Manajer Bhayangkara FC, Sumardji.

    "Ini kami lakukan lantaran masalah perizinan," kata pria yang juga manajer Timnas Indonesia U-22 itu.

    Duel Bhayangkara FC melawan Persija diprediksi bakal berjalan seru. The Guardian saat ini berada di peringkat ketujuh dari 18 tim Liga 1  dengan poin 41. Sedangkan Persija berada di posisi ke-11 dengan koleksi 38 angka.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?