Liverpool, Flamengo, Genesis, dan Trofi Liga Primer Inggris

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Liverpool Naby Keita, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Monterrey dalam pertandingan semifinal Piala Dunia Antarklub di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, 19 Desember 2019. REUTERS/Ibraheem Al Omari

    Gelandang Liverpool Naby Keita, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Monterrey dalam pertandingan semifinal Piala Dunia Antarklub di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, 19 Desember 2019. REUTERS/Ibraheem Al Omari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan Liverpool melawan Flamengo dari Brasil pada babak final Piala Dunia Antarklub FIFA di Stadion Khalifa International, Doha, Qatar, Minggu dinihari mendatang, 22 Desember 2019 adalah sebuah reuni.

    Liverpool dan Flamengo pertama kali bertemu dalam ajang yang sama dengan masih bernama Piala Intercontinental 1981 pada final di Stadion Nasional Tokyo, Jepang. Dua gol dari Nunes dan satu gol Adilio membawa Flamengo menang 3-0.

    Tapi, lepas dari hasil pertemuan pertama, yang menarik untuk Liverpool adalah adanya kesamaan generasi pemain yang bisa disebut generasi emas atau skuad impian pada dua kurun waktu yang berbeda, yaitu The Reds pada kisaran 1981-1982 dan pasukan Merah ini era 2019-2020.

    Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. REUTERS/Albert Gea

    Jika Liverpool sekarang ada Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino, Jordan Henderson, Fabinho, Giorginio Wijnaldum, James Milner, Virgin val Dijk, Dejan Lovren, Andre Robertson, Trent Alexander-Arnold, dan kiper Allison Becker –untuk menyebut sebagian pemain utama-, pada 1981 skuadnya juga legendaris.

    Pada era 1980-an dan musim 1981-1982, Liverpool menguasai divisi tertinggi Liga Inggris dan menjadi tim elit di kejuaraan utama antarklub Eropa dengan deretan nama-nama yang menggetar di bawah kepemimpinan salah satu manajer terbaik Reds, Bob Paisley.

    Adalah Paisley yang mengintrodusir formasi pemain 4-4-2 dengan umpan-umpan terukur menyusur tanah yang revolusioner pada eranya karena saat itu Liga Inggris masih kental dengan sepak bola kick & rush.

    Menyebut nama-nama kiper Bruce Gobbelaar, bek kanan Phil Neal, bek tengah sekaligus kapten Phil Thompson dan mitranya, Alan Hansen, diapit bek kiri Mark Lawrenson atau Alan Kennedy, lantas deretan gelandang: Sammy Lee, Terry McDemort, Graeme Souness, Ray Kennedy/Ronei Whelan, dan dua penyerang “King” Kenny Dalglish serta Craig Jonnston pada era Liverpool 1980-1981 dan 1981-1982 ini seperti menyebut formasi ideal grup musik rock legendaris dari Inggris tempo dulu, Genesis.

    Peter Gabriel, Steve Hacket, dan kawan-kawan dari Genesis memperbarui peforma unsur dan tontonan musik rock. Begitu juga Bob Paisley dan Kenny Dalglish cs di sepak bola Inggris pada eranya.

    Flamengo datang dari negara tradisi sepak bola yang hebat dan juga negaranya Fabinho, yaitu Brasil. Kesaktian sepak bola Samba mungkin akan bisa menjinakkan Mohamed Salah dan kawan-kawan pada pertemuan mereka yang kedua ini.

    Tapi, untuk Liga Primer Inggris, nama divisi tertinggi Liga Inggris sejak 1992, yang menjadi salah satu fokus utama Liverpool sekarang untuk bertarung habis-habisan, manajer The Reds asal Jerman, Jurgen Klopp, memiliki kualitas sehebat Bob Paisley untuk membawa klub mencetak sejarah, yaitu juara Liga Primer Inggris untuk pertama kali setelah 30 tahun.

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.