Leicester vs Liverpool, Adu Hebat Jamie Vardy dengan Van Dijk

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamie Vardy. AP/Alastair Grant

    Jamie Vardy. AP/Alastair Grant

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua bintang akan adu kehebatan di Stadion King Power, dinihari nanti: Jamie Vardy, 32 tahun, di kubu tuan rumah, Leicester City dan Virgil van Dijk, 28 tahun, pemain Liverpool.

    Van Dijk adalah benteng paling kukuh saat ini. Bukti paling akhir, tampil bersama Joe Gomez, pertahanan Liverpool sulit dijebol dalam gelaran kejuaraan piala dunia antarklub di Qatar. Mereka pun menjadi juara.

    Sedangkan Vardy, main di musim ini, teramat cemerlang. Sebanyak 17 gol ia buat dalam 18 laga yang telah dijalani bersama Leicester City.

    Kecepatannya telah menimbulkan banyak derita. Terakhir, benteng pertahanan Manchester City yang menjadi korbannya.

    Pada menit ke-22, dia melesat meninggalkan bek City dan menaklukkan kiper Ederson. Gol itu menjadi yang ketujuh dalam 10 laga yang dimainkannya.

    Ancaman, tentu saja. Apalagi kali ini Si Rubah--julukan klub ini--bermain di kandang sendiri.

    Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengakui Vardy adalah ancaman bagi timnya. “Kami akan mencoba menghentikannya,” katanya.

    Klopp mengakui Vardy adalah striker yang mengundang perhatiannya sejak pertama kali datang ke Inggris. “Karena dia selalu mencetak gol. Dia selalu menyulitkan pemain belakang,” katanya.

    Gaya pemain Liverpool, Virgil van Dijk saat berselebrasi usai menjebol gawang Brighton & Hove Albion dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Anfield, 30 November 2019. Liverpool mampu mengatasi tamunya Brighton & Hove Albion 2-1 meski hanya bermain dengan 10 orang dalam laga Liga Inggris pekan ke-14. REUTERS

    Untuk menyetop gol Vardy, dia sudah punya cara jitu. Para pemainnya akan membuat aliran bola ke Vardy menjadi macet. “Itu yang akan kami coba. Itu juga yang sudah pernah kami lakukan,” katanya.

    Cara itulah yang paling jitu menghentikan gaya permainan Leicester yang piawai dalam serangan balik. Itu juga yang terjadi di Anfield, Oktober silam.

    Saat itu, Liverpool unggul 2-1 atas pasukan Brendan Rodgers tersebut. Kemenangan itu diraih pada akhir laga melalui sepakan penalti James Milner.

    Rodgers tentu belajar banyak dari kekalahan itu. Soal taktik yang akan dimainkan, jelas rahasia. Yang pasti, dia ingin mereka membalas kekalahan di Anfield.

    "Seharusnya saat itu kami bisa bermain imbang. Kami telah melaluinya dengan bagus,” katanya.

    Bermain di kandang, dia berharap pemainnya tampil lebih baik. Rodgers juga berharap dukungan penonton akan membawa keberuntungan bagi mereka.

    “Seharusnya intensitas mereka membantu kami juga," katanya. “Kami berharap bisa memetik poin."

    Poin memang sangat penting buat keduanya. Hasil laga ini akan berpengaruh dalam persaingan perebutan gelar juara.

    Andai merebut tiga poin, Liverpool yang menduduki peringkat puncak kian tak terkejar. Selisih dengan Leicester, sang runner-up, menjadi 13 poin.

    Sebaliknya, kalau saja The Reds terjungkal untuk pertama kalinya, meski jarak masih terlalu jauh, yakni 7 poin, peta perburuan gelar dipastikan sengit.

    LCFC | LFC | REUTERS | IRFAN B.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.