Persebaya Surabaya Perpanjang Kontrak Aryn Williams

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Persebaya Candra Wahyudi berfoto bersama Aryn Williams usai penandatanganan kontrak di Kantor Persebaya. (Persebaya)

    Manajer Persebaya Candra Wahyudi berfoto bersama Aryn Williams usai penandatanganan kontrak di Kantor Persebaya. (Persebaya)

    TEMPO.CO, Surabaya - Persebaya Surabaya resmi memperpanjang kontrak Aryn Williams. Gelandang jangkar berpaspor Australia yang direkrut tim berjulukan Green Force pada paruh musim lalu tersebut dikontrak manajemen Persebaya hingga akhir 2020.

    Pengumuman itu disampaikan manajemen Persebaya melalui laman resmi klub, Rabu, 1 Januari 2020. "Proses finalisasi kontrak Williams dengan Persebaya sudah tuntas. Dia dikontrak Persebaya sampai akhir 2020," demikian dikutip dari situs klub.

    Aryn mengaku senang bisa tetap bermain untuk Persebaya. Dia berjanji akan menampilkan permainan yang lebih baik pada musim ini daripada musim lalu. ”Saya memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi musim depan,” katanya.

    Dia pun optimistis Persebaya bisa tampil maksimal di ajang ASEAN Club Championship. "Dengan persiapan yang lebih baik, saya yakin Persebaya akan meraih hasil maksimal musim depan,” ujarnya.

    Pemain 26 tahun itu baru bergabung dengan Persebaya pada putaran kedua Liga 1 2019. Pria berdarah Inggris tersebut tampil cukup menjanjikan sebagai gelandang bertahan. Dia tercatat mencetak tiga gol dan dua assist dalam 15 penampilan.

    Sebelum memutuskan bertahan di Persebaya, Aryn dikabarkan diminati klub dari India dan Australia. Ketertarikan klub dari dua negara itu tak lepas dari pengalaman Aryn yang pernah bermain di sana, yakni Perth Glory (Australia) dan Neroca (India).

    Dengan bertahannya Aryn, Persebaya baru memiliki dua pemain asing. Sebelumnya striker David da Silva masih terikat kontrak hingga akhir 2020. Green Force masih punya slot dua legiun asing lagi untuk menggantikan salah satunya Diogo Campos yang dilepas.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.