Fokus di Timnas Piala Dunia U-20, Ini Taktik Shin Tae-yong

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong (kanan), berbicara pada Son Heung-min. (APPhoto/Lee Jin-man)

    Pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong (kanan), berbicara pada Son Heung-min. (APPhoto/Lee Jin-man)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, telah mengikat kontrak kerja sama berdurasi empat tahun dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Juru taktik berusia 50 tahun INI mendapat tugas melatih tim nasional di semua tingkatan umur. Ada empat tim yang harus didongkrak prestasinya yakni Timnas Senior, Timnas U-23, Timnas U-19, dan Timnas U-16.

    Shin yang menangani Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 punya filosofi bermain yang ofensif. Tapi, ia tidak bakal sepenuhnya menerapkan sepak bola menyerang bersama Timnas Indonesia. Ia harus menyesuaikan taktik dengan lawan yang harus dihadapi. "Kami harus bersiap untuk sepak bola yang defensif. Tapi, melawan negara-negara di ASEAN, kami akan menggunakan strategi yang lebih ofensif," kata dia Shin Tae-yong kepada Ilgan Sports dikutip dari Korea Joongang Daily.

    Ketika bertanding melawan tim yang berlabel Macan Asia seperti Korea Selatan dan Jepang, Shin Tae-yong bakal memperkokoh barisan pertahanan. Saat ini, mantan pelatih klub Seongnam ini mengupayakan beradapatasi dengan iklim sepak bola Indonesia. "Saya pikir alasan terbesar di balik pelatih hebat gagal sukses di negara asing adalah karena kegagalan menyesuaikan diri," kata dia.

    Shin Tae-yong mengaku merasa tertantang dengan tugas dari PSSI yang memintanya membesut empat timnas sekaligus. Untuk timnas senior, ia bakal melakukan regenerasi dengan mengorbitkan beberapa pemain dari Timnas U-23. Menurut dia, fokus utamanya yakni membawa prestasi di Piala Dunia U-20 2021. "Saya berencana menghabiskan banyak waktu dengan Timnas U-20," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.