Ketua Divisi Pembinaan Suporter di PSSI, Ini Penjelasan Budiman

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe saat ditemui di Kawasan Senayan, Jakarta, 21 Januari 2020.  TEMPO/Irsyan

    Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe saat ditemui di Kawasan Senayan, Jakarta, 21 Januari 2020. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta- Budiman Dalimunthe mengatakan telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota Komite Pemilihan PSSI. Pengunduran diri itu, kata dia setelah diminta menjabat sebagai ketua Divisi Pembinaan Suporter oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.

    "Ini amanah, Ketum dan PSSI pastinya berupaya agar sepak bola Indonesia jadi lebih baik lagi, berkah dan bermanfaat," kata dia saat ditemui Tempo di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

    Mneurut dia, divisi pembinaan suporter diberikan nama resmi Direktorat Fan Development yang di bawah koordinasi langsung ke Ketua Umum PSSI. Budiman menyebutkan direktorat ini bertugas mendukung sisi teknis pelaksanaan kompetisi dan prestasi tim nasional. " Dalam minggu-minggu ini bakal berkomunikasi dengan stakeholder setelah mendapatkan arahan dari Ketua Umum," ungkap dia.

    Direktorat tersebut, kata dia, sesuai dengan salah satu materi di visi dan misi Iwan Bule sebagai ketua umum PSSI. Menurut dia, langkah itu menjadi bagian program untuk sepak bola nasional di PSSI. "Pemberdayaan pastinya akan melibatkan stakeholder sepak bola, utamanya komponen suporter di pelosok negeri yang begitu antusias dan memiliki energi positif dalam mendukung klub nya dan tentunya juga untuk tim nasional," ungkap dia.

    Menurut dia, program kerjanya di PSSI akan terus diselaraskan dengan dinamika suporter, di antaranya sosialisasi regulasi kompetisi nasional hingga ajang internasional dari AFF, AFC dan FIFA yang terkait langsung dengan suporter, seperti soal red flare, smoke bomb, chant rasis dan spanduk provokatif yang kontraproduktif dan merugikan klub maupun timnas. "Juga activation konstruktif yang melibatkan fan melalui medsos, apps hingga event secara berkala maupun occasionally," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?