Frank Lampard, Chelsea, dan Konsistensi di Liga Champions

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Debut Frank Lampard sebagai manajer Chelsea pada musim kompetisi 2019-2020 ini membuktikan bahwa kinerjanya layak dijagokan untuk menghadapi Bayern Munich pada pertandingan pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa di Stadion Stamford Bridge, London, dinihari nanti, Rabu 26 Februari 2020.

    Minimal hasil imbang buat Frank Lampard dan pasukannya dinihari nanti bukanlah hal yang berlebihan. Pasalnya, Lampard sudah bisa membuat Chelsea menahan Ajax Amsterdam 4-4 di Stamford Bridge pada pertandingan fase grup 11 Juni 2019.

    Saat itu Ajax adalah tim favorit dengan modal semifinalis Liga Champions musim lalu. Kampiun Eredivisie Belanda itu sudah unggul 3-1 kemudian 4-3. Tapi, akhirnya Jorginho dengan dua gol, Cesar Azpilicueta, dan Recent James membawa the Blues ini kemudian memaksa Ajax menyudahi laga dengan skor 4-4.

    Secara permainan saat itu banyak yang menyanjung permainan Ajax yang disebut lebih baik dibandingkan pasukan Lampard. Tapi, sepak bola tak cuma berpegang pada permainan indah dan tapi juga konsistensi.  Dan, terbukti, bukan Ajax yang lolos ke 16 besar, tapi Chelsea dan Valencia.

    Awalnya Frank Lampard seperti benar-benar anak ingusan sebagai manajer di Chelsea setelah menangani Derby County di divisi Championship. Digilas Manchester United pada laga pembuka Liga Primer Inggris musim 2019-2020 ini dan dikalahkan Liverpool pada perebutan Piala Super Eropa melalui adu penalti.

    Apalagi, Lampard hanya berbekal stok pemain yang ada dan mengkader sejumlah pemain muda, karena Chelsea sedang menjalani skorsing larangan transfer pemain.

    Tapi, mantan gelandang tim nasional Inggris dan ikon pemain Chelsera ini pelan-pelan berhasil menepis banyak penilaian miring terhadap keberaniannya menampilan sejumlah pemain muda, Tammy Abraham dan kawan-kawan.

    Kini Chelsea dibawanya ke peringkat keempat Liga Primer Inggris yang memasuki 11 laga terakhir musim ini dan baru saja mengalahkan gurunya, Jose Mouriho, yang sekarang melatih Tottenhan Hotspur dalam pertandingan liga pekan lalu.

    Frank Lampard, kini berusia 41 tahun, memang bukan sehabat Lionel Messi. Tapi, ia sangat penting dalam sejarah sepak bola Inggris sebagai representasi dari konsistensi dan keuletan menjalani karier dari pemain sampai menjadi manajer dengan hasil yang pantas dihormati.

    Sebagai pemain, Frank Lampard ikut berperan pentinh membawa Chelsea memenangi Liga Champions 2011-2012 dengan mengalahkan Bayern Munich melalui adu penalti pada final dan sebelumya, menyingkirkan Barcelona di Camp Nou melalui sontekan Fernando Torres.

    Dengan pembuktian sepak terjangnya selama ini, Frank Lampard pantas mengungkapkan keyakinan bahwa pasukannya dari Chelsea bakal mampu mengimbangi Bayern Munich dinihari nanti.

    “Aku percaya kepada semua pemainku yang menjadi bagian dari skuad tahun ini. Mereka pantas memperoleh kepercayaan dengan apa yang mereka sudah tampilkan,” kata Frank Lampard sebagaimana banyak dikutip berbagai media di Inggris hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.