4 Negara Ini Gelar Kompetisi Sepak Bola di Tengah Pandemi Corona

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepak bola. (fixabay.com)

    Ilustrasi sepak bola. (fixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak semua kompetisi sepak bola di dunia terhenti karena pandemi virus corona. Setidaknya ada empat negara yang memutuskan masih menggelar liga sepak bolanya.

    Inilah keempatnya:

    Belarusia

    Liga Belarusia tetap bergulir sesuai jadwal, mulai 19 Maret lalu. Negara itu ikut terpengaruh virus corona. Saat ini ada 562 penderita di sana, dengan kematian berjumlah 8 orang.

    Namun, Presiden Alexander Lukashenko, yang berkuasa sejak 1994, memilih menyerukan masyarakat beraktivitas seperti biasa.

    Liga Belarusia sudah berlangsung tiga pekan dan selalu dihadiri penonton. Saat ini Energetik-BGU Minsk menjadi penguasa klasemen setelah terus menang dalam tiga laga awalnya.

    Nikaragua

    Liga sepak bola di Nikaragua masih terus berlangsung di tengah pandemi corona. Namun, para pemain yang beraksi di sana khawatir dengan penyebaran virus corona. Bahkan, ketakutan itu telah mengubah cara mereka bermain.

    "Kami berusaha untuk menghindari menyentuh pemain lain," kata kiper Deportivo Las Sabanas Carlos Mosquera, kepada Reuters. "Sepak bola telah berubah karena Anda tidak masuk untuk bola 50-50 dengan intensitas yang sama."

    Nikaragua terletak di Amerika Tengah. Primera Liga de Nicaragua dimainkan tanpa penonton namun disiarkan secara lokal melalui televisi atau langsung pada Facebook.

    Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Nikaragua, Jose Maria Bermudez, mengatakan penonton dari seluruh dunia sekarang menyaksikan pertandingan tersebut dan bertaruh untuk mereka.

    Terdapat lima pertandingan musim reguler yang belum dimainkan sebelum empat tim teratas maju ke semifinal dan putaran terakhir playoff yang diperkirakan akan dimulai pada akhir April.

    Nikaragua telah mencatat beberapa kasus virus corona baru dan sejauh ini tidak ada yang meninggal. "Situasi di sini hampir normal, hanya ada empat kasus virus corona dan tiga adalah impor," kata Bermudez.

    Burundi

    Burundi memulai kembali kompetisi liga sepak bolanya sekalipun ada ancaman pandemi virus corona. Federasi sepak bola negara Afrik Timur itu membuat keputusan soal ini Minggu setelah menggelar pertemuan dengan klub-klub.

    "Setelah berkonsultasi dengan Menteri Kesehatan Masyarakat Thaddeus Ndikumana, majelis umum memutuskan kejuaraan divisi pertama dan kedua dilanjutkan sambil memperhatikan langkah-langkah kesehatan yang selayaknya," kata federasi itu seperti dikutip Reuters.

    Ada tiga kasus terkonfirmasi infeksi COVID-19 di Burundi.

    Musim kompetisi di Burundi, yang tim nasionalnya tahun lalu untuk pertama kalinya berkompetisi pada putaran final Piala Afrika, cuma menyisakan tiga pertandingan lagi.

    Tajikistan

    Musim baru kompetisi Liga Tajikistan dimulai sesuai jadwal Ahad, 5 April 2020. Pada laga perdana, Ehson Boboev mencetak gol penentu kemenangan pada menit-menit terakhir untuk membawa Khatlon menang 2-1 atas Istaravshan.

    Pertandingan itu dimainkan tanpa penonton menyusul peringatan Organisasi Kesehatan Dunia bahwa rakyat Tajikistan semestinya menghindari kerumunan sekalipun negara eks pecahan Uni Soviet belum mengonfirmasikan satu pun kasus virus corona.

    Khatlon, yang sudah menjuarai liga tiga kali sejak Tajikistan menjadi negara merdeka pada 1991, tertinggal lebih dulu untuk memastikan kemenangan pertamanya dalam musim yang baru.

    Lokomotiv-Pamir ditahan seri 2-2 oleh Fayzkand di mana semua gol pada babak kedua ketika Kuktosh bermain seri 0-0 melawan Reagar-TadAz dalam dua pertandingan lainnya Minggu, yang juga dimainkan tanpa penonton.

    Juara bertahan Istiklol tertinggal lebih dulu ketika mengalahkan Khujand 2-1 dan memenangkan Piala Super Tajik kesembilannya dalam laga pembuka musim Sabtu, demikian dilaporkan Reuters.

    ANTARA

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.