Konflik Direksi Barcelona, Emili Rousaud Serang Bartomeu

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bek Barcelona, Gerard Pique, bersama dengan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu setelah penandatanganan kontrak baru di stadion Camp Nou, Barcelona, 29 Januari 2018. Barcelona memperpanjang kontrak Gerard Pique, hingga 30 Juni 2022. REUTERS/Albert Gea

    Bek Barcelona, Gerard Pique, bersama dengan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu setelah penandatanganan kontrak baru di stadion Camp Nou, Barcelona, 29 Januari 2018. Barcelona memperpanjang kontrak Gerard Pique, hingga 30 Juni 2022. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Emili Rousaud diperkirakan akan menggantikan Josep Maria Bartomeu sebagai presiden Barcelona berikutnya. Tapi, setelah “kudeta” Bartomeu yang luar biasa pada pertemuan dewan Selasa, 7 April 2020, Rousaud mencoba membalas dan melanjutkan perpecahan dalam ruang rapat Blaugrana yang retak.

    "Saya tidak mengajukan pencalonan saya dalam pertemuan (Selasa), karena saya ingin terlebih dulu memahami prospeknya," kata Rousaud kepada Radio Catalunya.

    "Tidak ada gunanya menyatakan rencana suksesi pada pertemuan yang tidak memiliki kredibilitas. Ada konsensus dalam pertemuan itu bahwa jika semuanya tetap sama, saya tidak akan terlibat,” kata Rousaud.

    "Saya benar-benar menginginkan itu karena saya adalah pendukung besar klub ini."

    Rousaud juga membahas situasi di sekitar Jaume Masferrer, mantan penasihat Bartomeu.

    "Bartomeu memberi tahu kami bahwa Masferrer telah diskors sejak Barcagate (skandal media sosial yang telah menelan klub). Saya tidak tahu apakah dia dibayar atau tidak.”

    "Tapi, saya terkejut mendengar direktur lain memberitahu saya kemarin bahwa Masferrer menelepon untuk menanyakan beberapa hal padanya. Mmungkin dia masih menasihati presiden, aku tidak tahu," ia menambahkan.

    Rousaud mengungkapkan apa yang telah disebutkan Bartomeu sehubungan dengan kudeta selama pertemuan.

    "Bartomeu memanggil saya untuk memberi tahu saya bahwa dia ingin mengubah apa yang akan terjadi dalam pertemuan itu dan bahwa dia curiga terhadap beberapa direktur, termasuk saya.”

    "Berbagai hal telah bocor ke pers yang merusak para pemain dan dia pikir saya telah kritis terhadap bagaimana dewan menanganinya. Saya memberi tahu Bartomeu bahwa saya berbicara kepada pers, tetapi tidak membocorkan apa pun dan saya tidak mengkritik para pemain,” Rosaud melanjutkan.

    "Saya juga mengatakan kepadanya bahwa, seperti dalam bisnis, beberapa orang lebih dapat dipercaya daripada yang lain. Saya tidak menghargai dia melakukan semua ini, melalui telepon, dan tanpa peringatan sebelumnya."

    Pria 54 tahun itu merasa bahwa presiden Barcelona itu bisa menangani penurunan pangkatnya dengan lebih baik.

    "Saya mengerti bahwa presiden sedang mencari profil direktur yang berbeda, tetapi dia bisa menunggu tiga atau empat pekan untuk melakukannya," katanya.

    Rousaud juga berbicara tentang situasi uang klub Barcelona saat ini. "Kami berada dalam situasi yang sulit dengan krisis virus corona sehubungan dengan penghasilan kami," katanya.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.