Corona, Ilija Spasojevic Nikmati Momen Emas Bersama Kedua Anaknya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bali United, Ilija Spasojevic. (liga-indonesia.id)

    Pemain Bali United, Ilija Spasojevic. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain Bali United, Ilija Spasojevic, menemukan berkah tersembunyi di balik terhentinya kompetisi Liga 1 karena pandemi virus corona. Penyerang kelahiran Monetengro bisa memiliki banyak waktu untuk dihabiskan dengan dua buah hatinya, Dragan dan Irina Spasojevic.

    Musim lalu, tidak banyak waktu yang dihabiskan Spaso dengan kedua buah hatinya tersebut. Sebab dia masih menjalankan kewajibannya sebagai penyerang Bali United. Dia harus berlatih dan bertanding.

    Sekarang di saat pandemi Covid-19 Spaso memiliki waktu yang lebih banyak di rumah. Ia sekaligus jadi ibu bagi kedua anaknya, setelah Sang Istri berpulang. “Tentu ini kesempatan saya bisa bersama anak-anak. Sekarang anak-anak tidak sekolah dan saya tidak ada kegiatan juga di sepak bola," kata dia seperti dikutip laman Liga Indonesia.

    Ia melanjutkan, "Biasanya rutinitas saya itu ikut latihan dan pertandingan, sehingga sulit untuk menghabiskan waktu bersama dengan anak-anak. Apalagi kalau pertandingan tandang, jelas sangat sulit untuk saya bisa bersama anak-anak.”

    Menurut Spaso, dia bisa menjadi guru bagi kedua buah hatinya selama di rumah. Apalagi sekolah diliburkan sementara waktu. Dia juga terlihat sering melakukan individual training ditemani langsung oleh anak pertamanya, Dragan.

    Untuk menghilangkan rasa jenuh selama karantina pandemi corona menurut Spaso cukup gampang. Dia hanya perlu waktu bermain dengan kedua buah hatinya saja.

    “Saya sempat berpikir ingin beli PlayStation, tapi sekarang menurut saya bukan saatnya. Karena kalau sudah beli, saya tidak bisa fokus mengurus anak-anak,” kata mantan pemain Bhayangkara FC tersebut.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.