Shkendija vs Tottenham 1-3, Mourinho Puas Lihat Reaksi Para Pemainnya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho. Reuters

    Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho. Reuters

    TEMPO.CO, JakartaPelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, puas dengan reaksi para pemainnya setelah kebobolan kontra Shkendija dalam laga babak ketiga kualifikasi Liga Europa di Stadion Tose Proeski Arena, Skopje, Makedonia Utara, Kamis waktu setempat (Jumat WIB).

    Sempat memimpin melalui gol cepat Erik Lamela pada menit kelima, keunggulan Tottenham Hotspur raib 10 menit selepas sepak lanjut babak kedua akibat gol Valjmir Nafiu.

    Tottenham sukses berreaksi atas gol itu melalui sepakan Son Heung-min dan sundulan Harry Kane untuk memastikan kemenangan 3-1 atas Shkendija.

    "Setelah gol mereka, kami harus bereaksi. Saya bereaksi di bangku cadangan dan para pemain bereaksi di lapangan serta mencetak dua gol untuk memenangkan pertandingan," kata Mourinho dalam komentar pascalaga dikutip dari laman resmi Tottenham.

    "Sebelum itu sebetulnya kami memiliki peluang lewat sundulan Harry dan Coco (panggilan akrab Lamela) yang tipis dari gawang, jadi saya rasa kami memang pantas menang," ujarnya menambahkan.

    Mourinho mengaku lega kini timnya melangkah ke babak playoff di mana pertandingan akan digelar di kandang sendiri menjamu wakil Israel, Maccabi Haifa, sehingga skuat Tottenham tak perlu melakukan perjalanan jauh yang menguras tenaga.

    Baca Juga: Hasil Bola Jumat Dinihari: Liga Europa, Piala Super Eropa, Carabao Cup

    "Sekarang tinggal satu pertandingan lagi, akhirnya di kandang sendiri, untuk bisa masuk ke fase grup," kata dia.

    Tottenham dijadwalkan menghadapi Haifa pada babak playoff Liga Europa 1 Oktober 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.