Philippe Coutinho, Isyarat Kebangkitan Pewaris Kostum Johan Cruyff di Barcelona

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain Celta Vigo, Denis Suarez saat berebut bola dengan pemain Barcelona, Philippe Coutinho dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Stadion Balaidos, Vigo, 1 Oktober 2020. REUTERS

    Aksi pemain Celta Vigo, Denis Suarez saat berebut bola dengan pemain Barcelona, Philippe Coutinho dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Stadion Balaidos, Vigo, 1 Oktober 2020. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Philippe Coutinho dibeli Barcelona dari Liverpool dengan harga 105 juta pound sterling atau setara Rp 2 triliun pada 6 Januari 2018. Pembayaran total biaya transfer Coutinho itu bisa meningkat menjadi 142 juta pound jika sang pemain berprestasi bagus.  Tapi, Barcelona mungkin baru bisa dalam tahun 2020 ini memetik hasil dari kiprah Philippe Coutinho, pemain gelandang serang atau pemain sayap Brasil berusia 28 tahun.

    Meski sudah ikut mengantarkan Barcelona juara La Liga Spanyol dua musim kompetisi beruntun, 2017-18 dan 2018-19, tapi permainan Coutinho saat itu dianggap tim Blaugrana tidak sesuai dengan harga transfernya yang selangit tersebut. Apalagi, ia kerap cedera dan kemudian dipinjamkan ke Bayern Munich pada musim lalu, 2019-20.

    Menariknya, Coutinho yang ikut membawa Brasil menjuarai Piala Amerika Selatan 2019 kemudian menolong Bayern memenangi Bundesliga Jerman dan merebut trofi Liga Champions Eropa musim lalu, antara lain dengan menggilas Barcelona 8-2 pada perempat final.

    Tapi, Bayern Munich tidak tertarik untuk membeli Countinho yang harganya sangat mahal itu dan sang pemain kemudian kembali ke Barcelona yang mendatangkan pelatih baru dari Belanda, Ronald Koeman.

    Dengan kerja sama dari Koeman, Coutinho tampil cemerlang pada awal La Liga musim ini. Gelandang Brasil ini bermain maksimal dalam formasi 4-2-3-1. Ia bermain di depan dua gelandang bertahan, Frenkie de Jong dan Sergio Busquets, untuk bermitra dengan Antoine Griezmann di kanan dan Ansu Fati di kiri guna mendukung Lionel Messi.

    Menjawab pertanyaan SPORT pada Sabtu, 3 Oktober 2020,  mengapa Countinho bisa kembali dalam bentuk permainan terbaiknya sebagai gelandang tengah, Ronald Koeman menjawab, “Itu sebuah pertanyaan bagus dan jawabannya adalah sangat sangat mudah: Ia seorang pemain sangat bagus. Itu saja.”

    “Ia pemain yang sudah belajar banyak di Inggris, belajar banyak di Munich. Tugas saya sebagai pelatih adalah membuat setiap pemain bisa menampilkan hasil maksimal dari permainannya,” Ronald Koeman melanjutkan.

    Ronald Koeman mungkin lebih bisa mengeluarkan kemampuan Philippe Coutinho dibandingkan pelatih Barcelona pada era awal kedatangan Coutinho, Ernesto Valverde.

    Jika kerja sama Ronald Koeman dengan Philippe Countinho ini bisa dipertahankan konsisten, kemungkinan pemain Brasil ini bisa menjadi perekrutan terbaik dari Barcelona yang terjadi pada dua tahun terakhir. Liverpool akan turut senang karena bisa menerima uang lagi dari klausul bonus yang disepakati kontrak, jika Philippe Countinho misalnya bisa membawa Barcelona kembali memenangi La Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa.

    Isyarat kembalinya Philippe Countinho akan membawa kebangkitan buat Barcelona akan semakin menguat jika ia terus bermain api di Stadion Camp Nou, Barcelona, dinihari nanti, Senin 5 Oktober 2020, saat menjamu Sevilla yang diperkuat Ivan Rakitic, dalam lanjutan La Liga. Coutinho saat ini mengenakan kostum nomor 14. Itu adalah nomor kostum yang dipakai Johan Cruyff, legenda Barcelona.

    Baca Juga: Ini Kelemahan Sergino Dest, Bek Kanan Baru Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.