Robert Alberts Berharap Persib Bandung Dapat Jatah ke Piala AFC

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persib Bandung saat berlatih. (persib.co.id)

    Persib Bandung saat berlatih. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengharapkan timnya mendapat jatah mewakili Indonesia pada Piala AFC seiring diperolehnya status klub profesional dari konfederasi sepak bola Asia (AFC).

    Laman resmi klub, Jumat, menyebutkan lisensi klub profesional ini dibutuhkan agar bisa tampil dalam kompetisi Asia namun Persib terlebih dahulu harus juara dulu di Indonesia.

    Untuk edisi 2021, belum ada kepastian siapa yang akan mewakili Indonesia dalam Piala AFC 2021 lantaran kompetisi belum rampung akibat pandemi COVID-19 dan Liga 1 baru berjalan tiga laga.

    "Pertanyaan besarnya tentu saja siapa yang akan mewakili Indonesia. Itu yang tidak bisa saya paksakan. Saya harap Persib (salah satu kandidat)," kata Robert Alberts.

    Bali United diprediksi mendapat jatah satu slot karena juara Liga 1 Indonesia musim 2019, sedangkan PSM Makassar yang juara Piala Indonesia 2019 gagal memperoleh status itu.

    Maka ada satu slot tersisa yang bakal menjadi rebutan klub tampil dalam Piala AFC. Sementara untuk Liga Champions Asia sudah hangus akibat turunnya peringkat kompetisi Indonesia.

    Menanggapi status klub profesional, Albert mengaku tidak terlalu kaget karena bukan yang pertama bagi Maung Bandung.

    Sejak PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) mengambil alih kepengurusan pada 2015, Persib sudah mendapat status klub profesional.

    Di samping itu, kata Robert, manajemen telah bekerja secara profesional dalam mengelola sebuah klub sehingga wajar jika Persib pantas mendapat status klub profesional AFC.

    "Saya tidak meragukannya. Menurut saya ini hal wajar Persib mendapatkan lisensi itu, karena profesionalisme yang dilakukan organisasi dan orang-orang yang bekerja di dalamnya," kata dia.

    Selain Persib, yang juga mendapat status klub profesional adalah Bhayangkara Solo FC, Persipura Jayapura, Arema FC, dan Borneo FC. Persija Jakarta kemudian banding dan akhirnya memperoleh status yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.