Pelatih Legendaris Manchester United Ferguson Bicara Soal European Super League

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setelah pensiunnya Sir Alex Ferguson menjadi pelatih manchester United pada 1 Juli 2013 dan digantikan posisinya oleh David Moyes, perjalanan MU semakin terpuruk. Diberitakan Mirror Sport, Glazer dan tim manajemen Manchester United menunjuk lima nama pengganti David Moyes, salah satunya Sir Alex Ferguson. (Photo by Alex Livesey/Getty Images)

    Setelah pensiunnya Sir Alex Ferguson menjadi pelatih manchester United pada 1 Juli 2013 dan digantikan posisinya oleh David Moyes, perjalanan MU semakin terpuruk. Diberitakan Mirror Sport, Glazer dan tim manajemen Manchester United menunjuk lima nama pengganti David Moyes, salah satunya Sir Alex Ferguson. (Photo by Alex Livesey/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson mengatakan terbentuknya European Super League atau Liga Super Eropa akan merusak sejarah 70 tahun sepak bola Eropa. Ia juga meyakini fan lebih menyukai Liga Champions apa adanya saat ini.

    Dua belas klub top Eropa, termasuk Manchester United telah mengumumkan tentang rencana pembentukan Liga Super Eropa yang dipimpin oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez pada Minggu, 18 April 2021.

    Enam klub Liga Premier Inggris telah menandatangani proposal liga baru yang nantinya akan menjadi saingan Liga Champions milik UEFA (Badan sepak bola Eropa).

    Ferguson, yang pernah dua kali menjuarai Liga Champions bersama Manchester United setelah sukses di Eropa bersama klub Skotlandia Aberdeen, mengatakan kepada Reuters bahwa dirinya menikmati malam-malam istimewa di Liga Champions.

    "Perbincangan tentang Liga Super adalah langkah menjauh dari 70 tahun sepakbola klub Eropa," katanya kepada Reuters pada Senin, 19 April 2021.

    "Baik sebagai pemain untuk tim provinsi Dunfermline pada tahun 60-an dan sebagai pelatih di Aberdeen yang memenangkan Piala Winners Eropa, untuk klub provinsi kecil di Skotlandia hal itu (juara di Eropa) seperti mendaki Gunung Everest."

    "Everton menghabiskan 500 juta pounds sterling untuk membangun stadion baru dengan ambisi bisa bermain di Liga Champions. Semua fan menyukai kompetisi apa adanya sekarang ini."

    "Saat saya di United, kami bermain dalam empat final Liga Champions dan itu semua selalu menjadi malam yang paling istimewa."

    Sejalan dengan Ferguson, mantan kapten United, Roy Keane juga tidak sepakat dengan pembentukan Liga Super Eropa yang dia sebut murni tentang uang dan keserakahan.

    "Mari berharap itu berhenti di jalurnya," katanya kepada Sky Sports.

    "Kita berbicara tentang klub-klub besar, Bayern Muenchen adalah salah satu klub terbesar di dunia. Setidaknya mereka telah membuat sikap, yang merupakan awal yang baik."

    Baca Juga: European Super League, Man United dan Arsenal Mundur dari Asosiasi Klub Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H