Final Coppa Italia Atalanta Vs Juventus, Gasperini: Buah Ceri di Atas Kue Kami

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain Juventus, Leonardo Bonucci saat berebut bola dengan pemain Atalanta, Mario Pasalic dalam laga lanjutan Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, Italia, 11 Juli 2020. REUTERS/Massimo Pinca

    Aksi pemain Juventus, Leonardo Bonucci saat berebut bola dengan pemain Atalanta, Mario Pasalic dalam laga lanjutan Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, Italia, 11 Juli 2020. REUTERS/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga final Coppa Italia antara Atalanta vs Juventus akan berlangsung pada Kamis dinihari nanti. Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, menilai trofi Coppa Italia akan menjadi buah ceri di atas kue hasil perjuangan mereka selama lima tahun terakhir.

    Gasperini menyatakan Atalanta telah mencapai banyak hal dengan memastikan mengakhiri musim ini di atas Juventus di Liga Italia. Mereka juga memastikan mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan.

    "Trofi ini akan menjadi ceri yang indah di atas kue, tetapi kue itu adalah apa yang telah kami lakukan selama lima tahun terakhir," kata Gasperini dalam konferensi pers menjelang pertandingan itu.

    Ini adalah Final Coppa Italia kedua untuk Gasperini bersama Atalanta. Dua tahun lalu La Dea dikalahkan dari Lazio pada partai puncak.

    Dia pun memastikan Atalanta saat ini lebih kuat ketimbang dua tahun lalu. Dia pun menyatakan bahwa timnya layak berada di partai final karena berhasil menyingkirkan tim-tim besar.

    "Tim telah berkembang pesat, meskipun kami tidak mengangkat trofi di Liga Champions, masih sangat memuaskan untuk memainkan pertandingan besar seperti itu," kata dia.

    "Ketika anda memainkan pertandingan seperti ini, anda harus pergi sebagai pemenang, karena itu mengubah pandangan dari semua yang anda alami sebelumnya. Kami menyingkirkan Cagliari, Lazio dan Napoli, jadi kami berhak memainkan laga ini".

    "Saya puas dengan apa yang telah kami capai sejauh ini. Hanya ada dua trofi yang bisa Anda menangkan di Italia, Scudetto dan Coppa Italia, tetapi kepuasan juga berarti memenangkan 23 pertandingan musim ini. Mungkin tidak sama dengan mengangkat piala bagi banyak orang, tetapi jika saya harus memilih antara Liga Champions dan Coppa Italia, saya akan memilih Liga Champions. Untungnya, saya tidak harus memilih."

    "Ini bisa menjadi momen puncak yang diminta banyak orang, tapi kami sudah merasa kuat dengan hasil yang kami raih untuk sampai di sini."

    Musim ini memang menjadi capaian luar biasa bagi Atalanta. Mereka meraih posisi kedua klasemen Liga Italia Seri A setelah selama dua musim beruntun berada di posisi ketiga.

    Tak hanya itu, Atalanta juga berhasil memecahkan kutukan tak pernah menang dari Juventus di Liga Italia dalam dua dekade terakhir. La Dea menundukkan Bianconeri 1-0 saat bermain di kandang dan bermain imbang 1-1 di Turin.

    Meskipun memiliki modal kemenangan di Liga Italia, Gasperini menilai laga kali ini akan berbeda. Dia pun tak menilai hal itu membuat Atalanta lebih difavoritkan untuk meraih gelar juara Coppa Italia.

    "Setiap pertandingan berbeda. Ini hanya satu kali di sini, bukan dengan poin yang bisa diperebutkan. Saya ingat Anda semua menyarankan hal yang sama ketika kami menghadapi Real Madrid di Liga Champions, tetapi ketika Anda menghadapi Juve atau Real Madrid, Anda tidak pernah menjadi favorit," kata dia.

    "Kami tidak pernah finis di depan Juve di Serie A, terutama karena mereka memenangkan Scudetto selama sembilan tahun terakhir. Kami menaikkan status kami dan mereka tidak tampil sebaik tahun-tahun sebelumnya, tetapi itu tidak berarti skuad ini kurang berkualitas. Itu hanya berarti kami melakukannya dengan lebih baik musim ini."

    Laga final Coppa Italia antara Atalanta vs Juventus akan berlangsung pada Kamis dinihari pukul 02.00 WIB. Laga ini akan disiarkan secara langsung oleh TVRI.

    FOOTBALL ITALIA

    Baca: Final Coppa Italia Atalanta Vs Juventus, Pirlo Kehilangan 2 Pemain Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.