Profil Klub Chelsea, Finalis Liga Champions 2020-21

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Chelsea Mason Mount melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Southampton dalam pertandingan Liga Inggris di stadion St Mary's, Southampton, 20 Februari 2021. Southampton menahan imbang Chelsea 1-1. Pool via REUTERS/Michael Steele

    Gelandang Chelsea Mason Mount melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Southampton dalam pertandingan Liga Inggris di stadion St Mary's, Southampton, 20 Februari 2021. Southampton menahan imbang Chelsea 1-1. Pool via REUTERS/Michael Steele

    TEMPO.CO, JakartaChelsea, bersama Manchester City yang akan jadi lawannya di final Liga Champions, Ahad dinihari, 30 Mei 2021, memiliki kesamaan. Keduanya sama-sama menyandang status klub kaya berkat dukungan pemilik yang berstatus taipan.

    Status mereka sebagai klub medioker berubah sejak 2003, ketika dibeli miliarder Rusia Roman Abramovich. Sejak itu, The Blues mampu mencicipi semua gelar juara: Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga, Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa.

    Mereka menjadi satu-satunya klub London yang berhasil menjuarai Liga Champions. Mereka menjadi satu-satunya klub Inggris yang memenangkan ketiga trofi utama UEFA: Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super.

    Dari segi nilai, Chelsea adalah klub sepak bola paling berharga keenam di dunia, senilai 2,13 miliar pound. Mereka merupakan klub sepak bola berpenghasilan tertinggi kedelapan di dunia, dengan pendapatan lebih dari 428 juta euro pada 2017.

    Sejumlah pemain Chelsea menggelar sesi latihan menjelang bertanding melawan Manchester City dalam Final Liga Champions, di Estadio do Dragao, Porto, Portugal, 28 Mei 2021. REUTERS/Michael Steele

    Sejarah Awal Chelsea

    Chelsea didirikan pada 1905 oleh Gus Mears, seorang pengusaha Inggris. Ia sebelumnya membeli stadion atletik Stamford Bridge dan disulap menjadi lapangan sepak bola.

    Ide awalnya adalah menyewakan stadion tersebut ke klub yang sudah berdiri namun tidak memiliki stadion. Ketika kerja sama dengan Fulham FC berakhir, ia memutuskan mendirikan klub baru yang ia jalankan sendiri.

    Tidak butuh waktu lama, Chelsea mampu menjadi klub dengan pendukung lokal terbanyak dan memantapkan dirinya sebagai klub terbesar di London. Pada akhir 1910-an, klub ini menjadi yang pertama di Inggris dengan rata-rata penonton lebih dari 40.000.

    Kesuksesan tersebut membuat Chelsea menjadi salah satu klub terkaya di Inggris pada masa itu. Mereka mampu untuk membayar pemain-pemain terkenal yang membela mereka pada saat itu.

    Chelsea juga menjadi rumah bagi pemain non-Inggris pertama di Liga Premier, kala itu pemain asal Denmark Nils Middelboe, yang bergabung dengan klub tersebut pada 1913.

    Namun, lima dekade pertama keberadaan klub tidak terlalu membuahkan hasil yang signifikan. Tim akan terus naik turun antara Divisi 1 dan Divisi 2. Dalam dekade kedua, mereka berhasil mencapai final Piala FA untuk pertama kalinya.

    Hingga akhirnya pada 1955 mereka memenangkan Gelar Liga pertama. Hasil itu mengejutkan semua orang, terutama mengingat Chelsea hanya berkutat di papan tengah liga pada musim-musim sebelumnya.

    Pada pertengahan 60-an Chelsea berada di puncak popularitas mereka, dengan banyak selebriti terkenal menjadi tamu reguler di Stamford Bridge. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, klub dipandang sebagai pesaing yang sebenarnya.

    Setelah mengamankan Piala Liga pertama mereka pada 1965, mereka juga merebut dua gelar yang sebelumnya tak terjangkau: mengklaim Piala FA pada 1970 dan Piala Winners pada 1971.

    Selanjutnya: Faktor Gullit dan Zola


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.