Casillas Kiper Pertama Spanyol, Pepe Reina Kedua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Madrid - Pelatih tim nasional Spanyol, Vicente Del Bosque, menegaskan ia sudah memiliki susunan kiper untuk Piala Dunia 2010. Ia menegaskan Iker Casillas dan Pepe Reina sebagai kiper No.1 dan No.2.

    Casillas, kiper Real Madrid, menurut Del Bosque adalah starter yang tak lagi tergantikan. Sedangkan Rena, yang memperkuat tim Inggris Liverpool, menjadi back-up.

    Ia mengatakan belum memutuskan siapa kiper ketiga, namun diperkirakan ia akan memilih kiper dari klub yang bermain di La Liga Spanyol. Del Bosque sendiri kepada harian AS pernah memberikan label kepada kiper Barcelona, Victor Valdes, sebagai kiper "yang sangat baik".

    Ketika ditanya tentang kemungkinan perubahan dalam skuad Piala Dunia, Del Bosque mengindikasikan jika skuad Spanyol kurang lebih sama dengan yang tampil pada pertandingan terakhir ketika melakukan pertandingan persahabatan melawan Prancis. "Kami tak bisa membuat daftar baru setiap minggu berdasarkan penampilan pemain," katanya.

    Jika Del Bosque mmpertahankan prinsipnya itu, maka kiper Villarreal Diego Lopez bakal mengambil posisi kiper ketiga ketimbang Valdes.

    Di luar posisi kiper, Del Bosque lebih khawatir dengan cederanya tiga pemain inti La Roja yaitu gelandang Cesc Fabregas, striker Fernando Torres, dan playmaker Andres Iniesta. Pelatih Spanyol itu berharap ketiganya bisa pulih pada waktunya sehingga dapat bermain di Piala Dunia.

    Yang paling mengkhawatirkan adalah cedera Torres. Klub Torres, Liverpool, mengakui mereka tak yakin apakah pemain berjulukan El Nino itu akan siap tampil pada pertandingan pertama Spanyol di Piala Dunia. Media Spanyol memperkirakan Del Bosque akan memanggil pemain Athletic Bilbao, Fernando Llorente, sebagai cadangan.

    GOAL | RAJU FEBRIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.