Waspada Kartu Kuning!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Fernando Bustamante

    AP/Fernando Bustamante

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim Nasional Indonesia memiliki batu ganjalan di Laga tandang Merah-Putih di leg pertama Final Piala AFF di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Ahad (26/12). Lima punggawa Pasukan Garuda datang dengan mengantongi kartu kuning. 

    Mereka adalah Cristian Gonzales, Oktovianus Maniani, Muhammad Ridwan, Ahmad Bustomi, dan Hamka Hamzah. Kelimanya mendapat kuning saat menjamu Filipina di semifinal. Bustomi, bersama Wakil Kapten Firman Utina, juga mendapat kartu kuning di babak penyisihan, namun dihapus saat memasuki babak knock-out.

    Pelatih Alfred Riedl mewanti-wanti anak asuhnya untuk meredam emosi saat bertanding di Bukit Jalil. "Jika mendapat kartu kuning lagi, mereka tidak bisa tampil di leg kedua," ujarnya.

    Dia sempat menyorot insiden perang mulut di semifinal leg kedua. Bustomi terlibat cekcok kontra bek Filipina, Anton Del Rosario. Emosi Ridwan, yang mendapat tekel keras dari Rosario, terpancing dan ikut ribut. Wasit Ali Abdulnabi dari Bahrain langsung mengganjar mereka dengan kartu kuning. "Saya sangat marah ketika itu," ujar Riedl.

    Absennya satu dari lima pemain itu bakal membawa kerugian besar bagi Merah-Putih. Saat menghadapi Thailand, Bustomi, juga pengatur serangan Firman Utina, tidak dimainkan. Perannya sebagai perusak arus serangan lawan sulit diimbangi pemain pengganti Tony Sucipto. Akibatnya, Indonesia kelimpungan di lini tengah dan mandul di depan. Indonesia tertinggal, dan baru bisa membalikan keadaan setelah Kapten Bambang Pamungkas, yang masuk menggantikan Irfan Bachdim, menyeploskan dua penalti.

    Okto Maniani, 20 tahun, bukan sekedar pemain termuda di Tim Merah-Putih. Kecepatan lari dan olah bolanya di sayap kiri tidak tertandingi. Hamka Hamzah, 26, merupakan bek tangguh yang handal membendung serangan dari udara. Ridwan, 30, beroperasi penuh di sayap kanan sepanjang turnamen. Sedangkan Gonzales, 34, adalah penyerang haus gol yang jadi top-scorer sementara di AFF 2010.

    Bustomi, 25 tahun, mengaku emosi dan menyesali insiden saat melawan Filipina. Bermain di hadapan 70 ribu suporter di Bukit Jalil, Pasukan Harimau Melayu akan memberi tekanan serangan maupun emosi ke kubu Garuda. Pelatih Malaysia Rajagobal Krishnasamy bukan tak mungkin akan memanfaatkan hukuman akumulasi kartu kuning dan memancing emosi Firman Utina dkk. "Kami harus mampu mengendalikan emosi dan tidak terpancing," kata Bustomi. Jika bermain dengan kepala dingin, gelandang Arema ini melanjutkan, mereka dapat meraih target: mencuri poin atau minimal seri di kandang lawan. 

    REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?