Laga LPI Sumbang 10 Persen Hasil Tiket ke Korban Merapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liga Primer Indonesia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Liga Primer Indonesia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Sebanyak 10 persen hasil penjualan tiket pertandingan antara Real Mataram dengan Bali De Vata akan disumbangkan ke korban Merapi. Tiket pertandingan klub Liga Primer Indonesia yang akan digelar sore nanti di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, ini disediakan sebanyak 20 ribu lembar dari harga Rp 10 ribu, Rp 15 ribu dan Rp 20 ribu.

    "Sumbangan sebagian dari hasil tiket adalah bentuk kepedulian insan bola kepada para korban erupsi Merapi," kata Erik Irawan, CEO Real Mataram FC, Ahad (16/1).

    Pembelian tiket, kata dia, bisa langsung dilakukan di loket penjualan tiket di Stadion Maguwoharjo sebelum pertandingan dimulai. Panitia pelaksana pertandingan juga telah mengantongi izin dari polisi sehingga persiapan sudah dilakukan sejak Sabtu (15/1) dengan menggelar gladi kotor.

    Kedua tim sepak bola yang akan berlaga nanti masing-masing optimistis bisa memenangkan pertandingan. Kedua tim adalah sama-sama tim baru dan belum pernah bertemu sehingga masing-masing juga belum tahu pola permainan rival mereka.

    "Kami belum tahu kekuatan dan kemampuan Bali De Vata, tetapi sebagai tuan rumah, kami yakin bisa mengatasi tim itu," kata pelatih Real Mataram, Jose Horacio Basuald.

    Basuald belum mau menyebutkan pola permainan skuadnya. Apalagi strategi penyerangan yang akan dibangun untuk membobol gawang lawan. Yang jelas, ia telah menetapkan sebanyak 18 pemain untuk laga nanti.

    Sementara dari Bali De Vata, tim ini akan menurunkan tiga pemain asing. Harapannya, sebagai tim tamu bisa mencuri skor dari tuan rumah meski tidak menyebut angka. "Yang pasti kami sama-sama tim baru, maka kami juga semangat untuk menang," kata pelatih Bali De Vata, Willy Scheeper.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.