Tak Masuk Liga Indonesia, Persik Sulit Cari Sponsor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain kesebelasan Persik Kediri melakukan pemanasan. Dok.TEMPO/Zulkarnain

    Pemain kesebelasan Persik Kediri melakukan pemanasan. Dok.TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Kediri - Gagalnya Persik Kediri sebagai peserta kompetisi Liga Indonesia semakin memperburuk masa depan klub. Sejumlah sponsor yang dibidik dipastikan kabur dan mencari klub Liga Indonesia.

    "Situasinya akan lebih sulit bagi Persik," kata Pelatih Kepala Persik, Jaya Hartono, menyikapi tidak lolosnya Persik dalam 24 klub peserta Liga Indonesia kepada Tempo, Jumat, 23 September 2011.

    Turunnya Persik ke divisi utama secara otomatis akan menurunkan nilai tawar klub. Sponsor yang semula melirik Persik sebagai media promosi dipastikan beralih kepada klub di Liga Indonesia. Dukungan penonton pada setiap pertandingan pun akan anjlok sehingga memperkecil pendapatan klub dari penjualan tiket.

    Hal lain yang mengganggu Jaya dalam penyusunan materi adalah pihaknya kesulitan mencari pemain bagus. Sebab, sudah bisa dipastikan jika pemain bagus akan mendatangi klub yang bermain di level satu. Sebaliknya, klub di divisi utama akan kesulitan merekrut pemain bintang karena dinilai tidak menarik. "Mana bisa mencari pemain bagus kalau main di level dua?" kata Jaya.

    Ketakutan Jaya ini tampaknya mulai terbukti. Perusahaan asing yang memproduksi minuman Pocari Sweet, Otsuka, kini tak lagi tampak di Stadion Brawijaya, Kediri. Sebelumnya perwakilan Otsuka sempat memantau sesi latihan Persik untuk menjajaki potensi sponsorship.

    Demikian pula dengan pemain asal Australia Steve Hazket yang mendadak absen mengikuti latihan. Kepada Jaya, Hazket mengaku tengah mengurus visa ke Jakarta.

    Saat ini perwakilan manajemen Persik tengah menemui pengurus PSSI di Jakarta untuk mempertanyakan keputusan itu. Manajer Persik Sunardi dan Bendahara Arya Wisnu berusaha agar klubnya bisa masuk ke Liga Indonesia. "Keputusan final besok tanggal 26 September," kata Arya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.