Barcelona Ogah Terlena di Leg Kedua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Josep Guardiola. AP/Daniel Tejador

    Josep Guardiola. AP/Daniel Tejador

    TEMPO.CO, Barcelona- Kemenangan telak empat gol tanpa balas yang diraih Barcelona atas Osasuna di leg pertama perdelapan final Copa del Rey tidak membuat Pep Guardiola lantas jemawa. Baginya Azulgrana—julukan Barcelona—belum sepenuhnya lolos ke babak perempat final.

    Guardiola menegaskan timnya harus benar-benar memastikan kemenangan di leg kedua, Jumat dini hari 13 Januari 2012. “Keunggulan 4-0 itu bagus, tapi kami tidak boleh mengandalkan hasil itu. Kami akan mencoba memenangi setiap pertandingan,” kata Guardiola kepada situs resmi klub.

    Kewaspadaan Guardiola juga tak lepas dari rekor tandang Barcelona yang kurang meyakinkan musim ini. Dari delapan pertandingan tandang di Liga Spanyol, Carles Puyol dan kawan-kawan hanya mampu meraih tiga kemenangan. Kondisi semakin parah karena Osasuna juga tidak terkalahkan di kandangnya, Estadio Reyno de Navarra, musim ini.

    Guardiola sadar akan hal itu, dan ia pun akan berusaha memperbaiki rekor tandangnya. “Jauh dari kandang kami tidak punya statistik untuk jadi juara, dan kami perlu tampil lebih amibisius,” ujar pelatih berusia 40 tahun itu.

    Pada pertandingan ini Guardiola tidak dapat menggunakan jasa Andres Iniesta, Seydou Keita, dan Maxwell. Iniesta masih dalam kondisi cedera dan Keita akan membela Pantai Gading di Piala Afrika. Sementara Maxwell dikabarkan sedang dalam tahap negosiasi kepindahannya ke Paris Saint-Germain.

    Jika lolos ke babak berikut, Barcelona sudah ditunggu rival abadinya, Real Madrid, yang berhasil melaju setelah mengalahkan Malaga dengan skor agregat 4-2, Rabu dini hari 11 Januari 2012.

    FC BARCELONA | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?