Pengamat Minta PSSI Akomodasi Pemain Non LPI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat sepak bola Ari Junaedi menilai kualitas pemain tim nasional  dipertanyakan jika skuadnya hanya dipilih dari Liga Prima Indonesia (LPI), kompetisi resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). "Tentu akan dipertanyakan kualitasnya. Bukan merendahkan, tapi pemain di LPI kebanyakan kualitasnya masih rendah," kata Ari saat dihubungi Tempo, Kamis 12 Januari 2012.

    Sebelumnya, pelatih tim nasional U-23 dan tim nasional senior, Aji Santoso, mengatakan pihaknya hanya akan memilih pemain dari LPI. Langkah awal yang akan dilakukan mantan pelatih Persebaya Surabaya itu setelah ditunjuk PSSI pada Selasa kemarin, adalah dengan mengamati performa pemain dalam pertandingan LPI.

    Ari menilai pemain sepak bola Indonesia yang kualitasnya bagus saat ini berlaga di Liga Super Indonesia (LSI), kompetisi yang tak diakui oleh PSSI. PSSI diminta bertindak adil dengan memilih pemain terbaik Indonesia tanpa melihat latar belakang Liga yang dipilih.

    "Justru blunder. Kita harus mengakui pemain-pemain yang bagus ada di LSI. Jadi apa bedanya PSSI dulu dan sekarang yang diskriminatif," kata Ari. Meskipun peraturan federasi sepak bola dunia FIFA melarang para pemain yang berlaga di luar kompetisi sah PSSI. Organisasi sepak bola Indonesia itu bisa mengirimkan surat keterangan kepada FIFA bahwa pemain tersebut diakui oleh PSSI.

    "Ketentuan FIFA memang melarang, tapi bisa saja kalau PSSI mau memberikan surat keterangan ke FIFA agar mereka (pemain) bisa ikut membela tim nasional," katanya. Mantan pemain tim nasional Indonesia, Rully Nere, mengatakan PSSI harus segera menyelesaikan dualisme liga yang terjadi.

    Menurut dia, Aji sebagai pelatih memang tidak bisa berbuat banyak karena aturan yang ada di FIFA. "Aji tidak bisa berbuat banyak, PSSI harus menyelesaikan persoalan dualisme ini," kata Rully. Dia mengakui pemain-pemain terbaik Indonesia lebih banyak berlaga di LSI. "Bikin saja pertandingan kompetisi tim nasional antara LPI dan LSI. Nanti dipilih siapa yang terbaik," katanya.

    ANGGA SUKMA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.