Ferdinand Heran dengan Perdebatan Tekel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Ferdinand dari Manchester United pada pertandingan Liga Inggris melawan Newcastle United di Newcastle, Inggris (4/1). REUTERS/Nigel Roddis

    Rio Ferdinand dari Manchester United pada pertandingan Liga Inggris melawan Newcastle United di Newcastle, Inggris (4/1). REUTERS/Nigel Roddis

    TEMPO.CO, Manchester -Pemain belakang Manchester United, Rio Ferdinand heran atas perdebatan tentang tekel dua kaki yang belakangan ini terjadi pada beberapa pertandingan di Inggris.

    Ferdinand menegaskan ke seluruh pemain Liga Primer Inggris untuk menyadari aturan tentang tekel dua kaki dan tidak perlu memperdebatkan aturan tersebut.

    Pengusiran Vincent Kompany pada Minggu 8 Januari lalu memicu perdebatan tentang menjegal lawan dengan menggunakan dua kaki. Pelatih Manchester City Roberto Mancini sangat marah atas keputusan tersebut. Apalagi Kompany dijatuhi hukuman larangan tampil sebanyak empat pertandingan. Di sisi lain, Mancini memprotes tak adanya kartu yang sama saat pemainnya ditekel sama saat melawan Liverpool.

    “Saya tidak mengerti mengapa perdebatan ini masih berlangsung,” kata pemain berusia 33 tahun itu. “Hal itu dinyatakan dengan jelas di dalam peraturan, semua wasit akan mengatakan: menjegal dengan dua kaki akan diganjar kartu merah.”

    Ferdinand merasa semua pemain mengerti aturan tentang menjegal lawan menggunakan dua kaki- terlepas dari mendapatkan bola atau tidak, akan mendapatkan kartu merah dari wasit.

    “Ini adalah masalah yang sangat sederhana, namun hal ini membingungkan saya karena banyak argumen atau pardebatan di seputar masalah ini,” kata pemain yang sudah tampil sebanyak 378 kali bersama United.

    SOCCERNET | ANTON WISHNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.