Suporter Lamongan Desak Segera Gelar KLB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Suporter dari klub Persela Lamongan, Jawa Timur, atau LA Mania, berunjuk rasa di depan kantor Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 31 Januari 2012.

    Mereka mendesak agar segera digelar kongres luar biasa (KLB) untuk mengganti kepemimpinan Djohar Arifin Husin. "Beragam keputusan PSSI di bawah komando Djohar terus menyesatkan. Djohar Cs banyak melanggar statuta," kata koordinator lapangan LA Mania, Hidayat, di sela aksinya.

    Hidayat mengatakan, keputusan Djohar yang membekukan beberapa Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur dan beberapa pengrov lainnya telah berimbas kepada klub-klub yang ada di Jawa Timur, termasuk Persela Lamongan.

    "Pembekuan dan pemecatan Ketua Pengrov Jawa Timur, La Nyalla Mattaliti, berimbas juga ke klub di Jawa Timur yang otomatis menjadi tidak diakui. Klub kami sudah dirugikan dengan keputusan itu," katanya.

    Selain itu, menurut Hidayat, keputusan penetapan jumlah kompetisi PSSI Liga Prima 2011/2012 sebanyak 24 klub, yang sekarang hanya 12 tim yang berlaga, tak masuk akal. Seharusnya, dia melanjutkan, penyelenggaraan kompetisi didasarkan pada keputusan Kongres Bali yang hanya diikuti oleh 18 klub. "Nama kompetisinya adalah Indonesia Super Lague," ujarnya.

    Hidayat mengatakan, pihaknya akan terus menggelar aksi hingga tuntutan untuk KLB segera dipenuhi. "Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) harus segera menggelar KLB. KLB harga mati," katanya.

    Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, Djohar Arifin mengatakan tidak ada statuta yang dilanggar oleh PSSI. Menurutnya, tidak ada keputusan apapun dalam Kongres Bali. Bahkan, PSSI mengklain mempunyai rekaman hasil kongres saat era kepemimpinan Nurdin Halid itu.

    Djohar mengatakan masyarakat sudah bosan dengan kisruh yang terjadi di PSSI saat ini. Menurut dia, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah prestasi dari sepak bola Indonesia di kancah internasional.

    "Yang dibutuhkan masyarakat itu prestasi. Alhamdulillah, kemarin tim nasional U-17 menang di Hongkong," kata Djohar kepada Tempo, Senin kemarin. Dia juga memastikan PSSI tidak akan terganggu dengan aksi-aksi tersebut. "Kami akan terus bekerja dan fokus menjalankan program pembinaan pemain untuk masa depan."

    ANGGA SUKMA WIJAYA

    Berita lain:
    Pengadilan Panggil PSSI dan PT Liga Indonesia
    Peni Segera Gelar KLB PSSI Jawa Timur
    Djohar Klaim Pembekuan Pengurus PSSI Sesuai Statuta
    Djohar: Masyarakat Sudah Bosan dengan Konflik PSSI
    PSSI Bekukan Kepengurusan Empat Provinsi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.