Chelsea Tak Anggap Remeh Everton  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andre Villas-Boas. REUTERS/Phil Noble

    Andre Villas-Boas. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, London - Chelsea akan bertamu ke markas Everton pada lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu 11 Februari 2012. Meski pada pertemuan pertama Chelsea menang atas Everton, pada laga ini mereka tidak ingin memandang sebelah mata tuan rumah.

    Chelsea berhasil menggilas Everton dengan skor 3-1 di Stamford Bridge pada 15 Oktober 2011. Tiga gol The Blues--sebutan Chelsea--dikemas Daniel Sturridge, John Terry, dan Ramires. Sementara gol semata wayang Everton dicetak Apsotolos Vellios.

    “Kami tidak pernah meremehkan Everton,” ujar pelatih Chelsea, Andre Villas-Boas. “Apalagi kami tak memiliki catatan bagus di Goodison Park.”

    Chelsea memang tidak memiliki catatan indah di kandang Everton. Selama 76 pertemuan di Goodison Park, Frank Lampard dan kawan-kawan hanya mampu meraih 17 kemenangan. Sementara mereka harus menelan 35 kekalahan. Sisanya, bermain imbang dalam 24 pertandingan.

    Menurut Boas, tak mudah meraih poin sempurna di Goodison Park. “Ini tempat yang sulit,” kata bekas pelatih FC Porto itu. “Apalagi mereka membuat kebijakan transfer yang hebat tanpa banyak suara.”

    Dalam empat pertemuan terakhir di Liga Inggris, Chesea sekali lagi memiliki catatan kurang bagus kala berhadapan dengan Everton. Pasalnya, mereka hanya mampu meraih sekali kemenangan dan hasil imbang. Selebihnya, mereka menelan dua kekalahan.

    SOCCERWAY | SINGGIH SOARES

    Berita Terpopuler:
    Capello dan Opera Sabun Sepak Bola Inggris

    PT Liga Tolak Dua Opsi Usulan PSSI

    Fakta Menarik Manchester United Vs Liverpool

    Janji PSSI, Kisruh Beres Sebelum Lawan Bahrain

    Klub Australia Protes Putusan Sela Persipura

    PSSI Datangkan Eriksson ke Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.